PILARBANGSANEWS. COM. JAKARTA,– Sidang perdana pokok kasus korupsi E-KTPdengan tersangka Setya Novanto, telah dimulai oleh pengadilan Tipikor, namun berjalan tidak lancar karena terdakwa sepertinya tidak mendengar saat identitas dirinya ditanya Majelis Hakim yang  menyidangkan.

Sejak datang ke Pangadilan Tipikor, Jakarta Selatan, SN nampak lemah, matanya sayu dan kepalanya tertunduk. Tak ada lambaian tangan dari SN seperti kebanyakan pejabat apabila bertemu sekelompok wartawan.

Saat jaksa telah menghadirkan terdakwa didepan meja hijau Majelis Hakim, terdakwa duduk tertunduk lemah,  terdakwa sepertinya dia  tidak mendengar pertanyaan yang diajukan ketua majelis Hakim.

Majlis Hakim pagi tadi sekitar pukul 8:50 WIB, meminta dokter untuk memeriksa kesehatan SN. Dari hasil pemeriksaan dokter ahli terdakwa dapat mengikuti jalannya persidangan.

Namun saat sidang dimulai SN tidak menjawab pertanyaan yang diajukan majelis Hakim. Kondisi ini membuat Majelis Hakim menskor sidang perdana itu dan meminta kepada tim dokter untuk memeriksa kembali kesehatan terdakwa.

Ketua Tim Penasehat Hukum Maqdir Ismael meminta agar klien nya diperiksa di Rumah Sakit AD. 

Jimmy Ginting salah seorang Pakar Hukum Pidana, mengatakan,  kendatipun SN bersikap seolah olah tidak mendengar pertanyaan hakim, hal itu tidak masalah karena dalam persidangan jika terdakwa diam, itu  adalah salah satu haknya terdakwa.

Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada Jaksa penuntut umum baikpun kepada Tim Penasihat Hukum menyampaikan argumentasi, terkait kondisi terdakwa SN, seorang ahli dimintakan keterangan sebagai bahan pertimbangan bagi hakim untuk melanjutkan atau menunda sidang perdana ini. 

Saat berita ini kami tayangkan pukul 11:50 WIB, sidang Perdana Di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, untuk mendengarkan dakwan jaksa penuntut umum terhadap SN, diskors, terdakwa SN  kembali diperiksa kesehatannya oleh tim kesehatan dari RSCM dan Dokter ahli KPK.  (YY)

By Pilar