PILARBANGSANEWS.COM, Dharmasraya – Maambiak tuah ka nan manang, mancaliak contoh ka nan sudah” , demikian sebuah pepatah minang yang sering didingar, yang bermakna jika ingin maju kita harus melihat dan menimba pengalaman dari orang-orang yang telah sukses dalam menekuni usahanya. 

Filosofi ini benar-benar difahami benar oleh kaum ibu-ibu dari Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), melalui dana swadaya mereka melakukan study banding ke KWT Kayu Kaluek di kelurahan Payu Basung kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh. 

Dengan menggunakan armada bus Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, pada tanggal 15 – 16 Desember 2017, 42 orang anggota KWT dara jingga dan mangga manih bertolak ke Kota Gelamai tersebut untuk menimba pangalaman terkait usaha rumah tangga ( home industry) dan budidaya tanaman pekarangan yang terbilang cukup sukses dikembangkan.

Beberapa usaha yang sukses dikembangkan oleh KWT Kaluek Sepakat ini adalah budidaya jamur tiram dan juga telah memproduksi produk olahannya dalam bentuk 13 produk duantaranya rendang Jamur Tiram, Palai jamur tiram dan crispy jamur tiram. KWT ini juga telah berbadan hukum koperasi dan telah melakukan kemitraan dengan pihak lain berupa penyediaan pasokan rendang jamur tiram sebanyak 4.200 kg/ tahun.

Sementara untuk pengolahan lainnya berupa produk olahan keripik daun labu dan ubi juga telah dikemas sesuai dengan SNI dan bisa didapatkan di toko atau warung sebagai oleh-oleh khas Kota Payakumbuh. Untuk budidaya tanaman, KWT ini mengusahakan tanaman sereh wangi yang akan diolah menjadi minyak sereh, namun tentunya tanaman sayuran dan obat tetap terpajang didepan rumah anggotanya dalam upaya mewujudkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Terkait pengalaman yang didapatkan, ketua KWT Dara Jingga Ulfeni Nofrita mengatakan sangat senang dan salut atas karya yang telah ditorehkan oleh KWT Kaluek Sepakat ini. ” Ternyata KWT bisa lebih maju dan mendatangkan usaha yang menguntungkan, cukup dengan bersungguh-sungguh, sebuah mimpi bisa jadi kenyataan” tandas pengurus KWT dari Kampoeng Si Bolang ini dengan semangat. 

Didampingi penyuluh pendamping, Zulhaidi Prima dab Dwi Pujiastuti, peserta study banding ini bertekad untuk mengembangkannya di nagari Siguntur walaupun dilakukan secara bertahap. Apalagi nagari Siguntur sebagai salah tujuan wisata sejarah dengan Candi Padang Roconya, pengembangan produk olahan pertanian dan buah-buahan sebagai buah tangan wisatawan yang cukup prospektif.

Study Banding ala petani dengan dana swadaya ini diapresiasi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Darisman dengan harapan hal-hal positif yang didapatkan dapat dikembangkan di Ranah Cati Nan Tigo. ” Mudah-mudahan kedepan, KWT-KWT Dharmasraya juga jadi pelopor pengembangan pertanian dan menghasilkan produk olahan khas daerah ini” tandas Darisman, S.Si, MM seraya menyebutkan saat ini Dharmasraya punya produk olahan Ting-Ting Jahe yang diproduksi oleh KWT Sehati di Sipangkur Kecamatan Tiumang.

Setelah selesai melakukan study banding, terpancar rasa puas dari rombongan KWT walaupun penat dan letih yang dirasakan dalam perjalanan. Tak lengkap rasanya kalau kita berkunjung ke kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota kalau tidak mampir ke Kelok Sembilan. Momen ini benar-benar dimanfaatkan oleh anggota KWT Dara Jingga dan Mangga Manih untuk melihat salah satu ikon wisata kebanggaan Sumatera Barat dan berselfie ria tentunya.

(nofsan/DMC)

By Pilar