PILARBANGSANEWS. COM. PURWAKARTA,– Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani, boleh dibilang Kapolres yang paling beruntung di Indonesia, karena disaat persiapan operasi Lilin yang digelar secara serentak di Indonesia, dialah yang mendapat kunjungan dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Dari sekian ratus jumlah Kapolres di Indonesia yang mendapat kesempatan salam komando dengan orang nomor 1 di Polri itu  mungkin kalau dihitung menggunakan jari, jumlah jari  disebelah tangan itu sudah kebanyakan, artinya sangat sedikit yang mendapat kesempatan.  Kesempatan yang langka itu diperoleh  Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani. Dia mendapat kesempatan bersamalam  dengan sang Jendral Pimpinan tertinggi di tubuh Polri itu.

Tak tanggung-tanggung, Jendral Pol Tito datang membawa rombongan didalam rombongan itu ada  ASOPS Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung mewakili Panglima TNI. Hari ini   melakukan kunjungan ke Pos Terpadu Cikopo Purwakarta.

Dalam menghadapi kunjungan para petinggi POLRI dan TNI tersebut Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani mempersiapakan timnya untuk menyambut kedatangan mereka, diantara sekian banyak persiapan ada satu kegiatan yang unik yang dipakai dalam menyambut kedatangan KAPOLRI bersama ASOPS Panglima TNI tersebut.

Kegiatan unik itu adalah kesenian rampak gendang. Kesenian ini dipertontonkan kepada Rombongan Kapolri dan Panglima TNI untuk menyambut kedatangan mereka. Kesenian rampak gendang tersebut dimainkan oleh personil gabungan antara TNI dan POLRI. Ini adalah sebagai simbolisasi bahwa TNI dan POLRI akan selalu bersinergi untuk mengamankan wilayah NKRI dari segalam macam bentuk ancaman gangguna keamanan.

Dalam kesempatan tersebut Kapolri memberikan arahan tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan operasi Lilin, baik itu yang menyangkut kepada masalah arus kendaraan dan juga situasi kamtibmas yang berkembang belakangan ini.

“Waspadai aksi teror yang bisa terjadi di semua tempat ibadah, kantor Polisi, dan TNI. gunakan extra caution / extra hati hati dalam melaksanakan operasi lilin.” tegas Kapolri.
Disaat yang sama Kapolri juga menyoroti masslah premanisme yang kemungkinan bisa terjadi di area terminal, stasiun, dan bandara. Karena ada indikasi pelaku copet, jambret dan Hipnotis akan banyak beredar pada masa liburan.

Mengenai arus lalu lintas Kapolri menekankan bahwa Peran dari Jawa barat adalah sebagai penetralisir, untuk mengupayakan pemecahan arus lalu lintas yang menuju ke arah jawa tengah dan sekitarnya.

Kendaraan berat mulai tanggal 22 sampai dengan 30 Desember dilarang beroperasi, hal ini untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas karena diprediksi pada liburan panjang kali akan  banyak masyarkaat yang melakukan mudik atau piknik, meskipun tidak sebanyak pada saat perayaan hari raya Idul Fitri.

Selesai kegiatan rombongan Kapolri bersama dengan ASOPS Panglima TNI segera  bertolak dengan menggunakan Helikopter ke titik selanjutnya untuk memastikan operasi LIlin dapat berjalan dengan lancar dan terkendali. 

 (Humas Polres Purwakarta/YY)

By Pilar