PILARBANGSANEWS. COM. BUKITTINGGI,– Berbeda dengan di Painan pergantian tahun diisi dengan kegiatan tabligh, dzkir dan do’a bersama di Pelataran Parkir pantai Caeocok Painan, Kabupaten Pasisir Selatan. Di Bukittinggi pergantian tahun tetap berjalan seperti tahun sebelumnya. Hanya, tidak seramai tahun lalu.

Himbauan walikota Ramalan Nurmatias kepada warganya terutama kalangan muda agar tidak merayakan pergantian tahun dengan meluncurkan kembang api, tidak diindahkan.

Lokasi Jam Gadang Bukittinggi tempat yang paling ramai digunakan  sebagai tempat berkumpul dalam menyemarakkan suasana pergantian tahun di Kota Wisatawan Islami ini.

Mulai pukul 21:00 Minggu malam (31/12)  pelataran Jam Gadang Kota Bukittinggi mulai di kunjugi oleh warga  Kota Bukittinggi maupun yang sengaja datang dari luar Kota Bukittinggi, menyaksikan peluncuran kembang api pada  pergantian tahun.

Untung saja pada jam 21:00 kota sejuk Bukittinggi diguyur hujan, menambah temperatur semakin dingin. Jika tidak hujan mungkin pergantian tahun di Bukittinggi sama ramai dan semaraknya seperti tahun lalu.

Dalam pemyambutan pergantian tahun dari 2017 ke tahun 2018 masyarakat ikut memeriahkan dengan cara membakar kembang api 15 menit sebelum masuk pergantian tahun pukul 00:00.

Acara kumpul bareng di pelataran Jam Gadang Bukittinggi itu berlangsung sampai pukul 01:30 WIB, para pengunjung terutama kalangan anak anak muda tetap bertahan disekitar lokasi.

Sekira pukul 01.30 Wib masyarakat mulai meninggalkan pelataran jam gadang untuk menuju rumah masin-masing, itupun setelah satpol PP Pemda Bukittinggi lewat pengeras suara mempersilahkan pengunjung untuk pulang ke rumah masing-masing.

Kapolres Bukittinggi AKPB Arly Jembar Jumhana, malam tadi sampai pukul 01:30 masih memonitor acara pergantian tahun diwilayah hukumnya. 

Kapolres    mengatakan rasa syukurnya, pada malam pergantian tahun di kota wisata ini berlangsung aman dan terkendali.

“Alhamdulillah situasi aman dan terkendali,” tulis Kapolres lewat pesan  WhatsAppnya.(YY),—
 

By Pilar