PILARBANGSANEWS. COM. JAKARTA,– Otoritas Jasa Keuangan memastikan proses perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia tetap berjalan normal meski selasar di Gedung BEI Jakarta runtuh pada Senin siang ini.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan telah berkoordinasi dengan Direksi Bursa Efek Indonesia dan meminta agar segera dilakukan investigasi penyebab kejadian tersebut.

“Proses transaksi dan setelmen transaksi berjalan normal. Tidak ada gangguan listrik dan jaringan. Sistem JATS, E-CLEARS dan C-BEST berjalan normal,” kata Anto.

Seluruh sistem informasi di BEI juga tetap berjalan normal, sehingga proses transaksi dan setelmen transaksi berjalan seperti biasa.Dengan kondisi tersebut, manajemen BEI tetap melanjutkan perdagangan sesi II sesuai dengan waktu normal.

Sementara untuk korban, pihak BEI dan manajemen gedung sudah melakukan evakuasi ke rumah sakit terdekat.

“Kami bisa memastikan bahwa kejadian ini bukan disebabkan oleh bom,” kata juru bicara Polri, Irjen Setyo Wasisto kepada para wartawan yang berkerumun di BEI, kawasan Jenderal Sudirman jakarta.

Ratusan orang dievakuasi dari gedung BEI yang berlantai 32, menyusul ambruknya balkon atau selasar dari Gedung II. Setidaknya 72 orang mengalami luka. Sampai saat ini belum ada info tentang jatuhnya korban

Gubernur Anies Baswedan mengunjungi tempat kejadian dan mengatakan pihaknya akan melakukan “audit gedung”Sekaligus juga saya sampaikan supaya mulai dilakukan audit (gedung) malam ini,” kata Anies kepada para wartawan.

“Untuk memastikan semua ketentuan ditaati. Secara aturan mereka sudah mengikuti, evaluasi kita terakhir bulan Mei 2017, ada beberapa catatan tapi catatan tersebut tidak terkait lokasi tempat yang rubuh,” tambahnya.

Gedung yang dibangun pada akhir tahun 1990an ini, merupakan bagian dari dua tower. Pihak manajemen gedung mengatakan Tower I akan dapat dioperasikan kembali secara normal Selasa (16/01) namun tidak demikian halnya dengan Tower II yang masih dalam penyelidikan polisi.

Pihak manajemen juga mengklaim bahwa mereka sudah memenuhi peraturan keselamatan dengan pemeriksaan keamanan gedung setahun lalu.

Beberapa orang tampak dibawa keluar gedung dengan tandu,Peristiwa terjadi pada lewat tengah hari. Saksi mata mengatakan, mendengar suara gemuruh keras saat balkon atau selasar itu ambruk.

“Yang roboh itu selasar, lantai yang digunakan orang berlalu lalang di lantai dua, Sejumlah korban, kebanyakan luka-luka di tangan dan kaki dan bagian badan lain, dibawa ke berbagai rumah sakit terdekat,” kata Raden Prabowo Argo Yuwono Kabid Humas Polda Metro Jaya

“Jadi di lantai 2 Gedung II, itu ada selasar yang biasa dipakai berjalan oleh para karyawan, itu yang roboh,” kata Argo pula.
Ia menyatakan, korban luka setidaknya 72 orang, namun jumlahnya masih didata.

Sejumlah orang yang sedang berjalan di atas Selasar itu ketika jatuh. Rekaman CCTV memperlihatkan, sebagian orang yang tengah dengan santai berjalan di atas selasar itu jatuh bersama lantai selasar, dan sebagian sempat menyelamatkan diri berlarian dalam keadaan panik.

Mereka yang terluka, termasuk yang mengalami patah tulang, dilarikan ke RS Siloam Semanggi, RS Pertamina, dan RSAL Mintoharjo.

“Korban jiwa, sampai saat ini belum ada laporan. Mudah-mudahan tidak ada,” katanya pula kepada wartawan.
Bursa Efek Indonesia mengumumkan, perdagangan BEI Senin (15/1) Sesi II akan diundur selama satu jam karena alasan force majeur.

Dalam hal ini banyak pekerja berkerumun di halaman gedung yang kemudian di beri pembatas garis polisi,(jsh)

By Pilar