PILARBANGSANEWS. COMCIBARUSAH BEKASI– Adalah Sersan Mayor Komarudin, seorang Babinsa 1 desa Ridho Manah kec.Cibarusah kab.Bekasi yg tanpa sengaja ‘menemukan’ seorang pria paruh baya tergeletak lemah tanpa daya di sebuah gubuk tanpa dinding dan atap utuh,Jum’at 19 Januari 2018

” Saat itu waktu saya mau nengok orang tua saya yg terletak di kampung bedeng desa ridho galih, lewat jalan lingkungan desa / gang yg kebetulan tahun 2016 lalu ‘dibuat’ melalui TMMD, gak sengaja melihat pak SOBUR yg sedang terlentang tak berdaya dalam bedeng super darurat yang hanya terbuat dari kelambu, terlebih saya lihat dikaki kirinya terdapat borok besar dari mulai mata kaki hingga betis, ” ujar Sersan Mayor Komarudin.

Serma Komaruddin 

Setelah saya tanya barulah saya tau kalau dia sebenarnya warga desa Sirna jati Kec.Cibarusah berdasarkan KTP nya namun sesungguhnya dia berasal dari desa Ridho Galih ini, sebab ayah ibu dan seluruh keluarga besarnya berasal dari desa ini,

Hanya saja dulu saat menikah yg kedua kali paska bercerai dengan istri pertamanya dia mengikuti istri keduanya itu (janda 2 orng anak) pindah kedesa sebelah, masih satu kecamatan sih, dekat sini pula, namun menurut pengakuannya setelah dia didiagnosa menderita sakit gula dan punya luka borok dikaki yg ga kunjung sembuh sehingga dia sudah tidak bisa lagi mencari nafkah maka pak sobur terpaksa kembali ‘dengan tidak hormat’ kekampung halamannya” cerita serma Komar saat team Rajawalisiber.com menjumpai dirumahnya yg terletak di desa Ridho Galih.

“Paska perjumpaan itu esoknya saya langsung lapor sama rekan saya pak Muh.Hasan yg merupakan Babinsa Desa Ridho Galih dan juga pada bimaspol Ridho galih pak Fran, sebab meskipun saya warga desa Ridho galih tapi secara tugas ini bukan wilayah saya jd ya saya wajib laporlah pada yg seharusnya,”tegasnya

,”Tapi setelah sampai saya jumpai_ kurang-lebih_ lagi seminggu kemudian keadaan pak sobur ‘masih sama saja’ dan yg lebih memprihatinkan bapak yg sudah sangat sulit bergerak akibat kakinya yg tidak sehat itu tengah berusaha memakan beras yg hanya di perberi air tanpa di masak dulu akibat sudah terlalu lapar” lanjut serma komar sendu

“Maka maaf dengan sangat berberat hati dengan tanpa bermaksud mengangkangi para pihak yg berkompeten diwilayah ini atau apalah, maka saya sama pak Aceh ( keluarga pendatang dari Aceh yg tlah bertahun menetap & menjadi warga Ridho Galih) ‘bergerak’ mengalang warga bahu-membahu dan bergotong royong bersama para warga kampung sekitarnya mencoba membantu ‘meringankan’ beban derita pak sobur itu” tambah lanjut pria paruhbaya yg akrab disapa Sersan Komar ini bijak

“Ya bu, alhamdulillah ini mah ya udah sangat tertutup, ini bilik-bilik (dinding dari anyaman bambu) yg beli pak komar, kasur dari pak Aceh, trus banguannya dibuat gotong-royong sama para warga yg saya juga ga tau dari sumbangan siapa aja bahan-bahannya, saya cuma tinggal terima pake, saya sangat berterima kasih sama sersan Komar, pak aceh dan semua para tetangga dan saudara yg mau perduli sehingga saya tidak terlalu kedinginan lagi sekarang, juga udah dibawa berobat ke rumah sakit pake BPJS KIS diantar pak kadus, tapi pas pulang dan selama 4 hari dirawat dirumah sakit ya pak komar yang ‘ngurusin’, dan ini alhamdulillah saya udh bisa jalan lagi bu, udah bisa sedikit-sedikit nyiapin nyari makannan sendiri” cerita SOBUR DELLA yang kini menepati ‘rumah darurat’ yg terletak diatas ‘tanah milik Pengairan’ di Rt.02 Rw.02 kp.Bedeng Ds.Ridhogalih yg dibangun hasil kasih sayang swadaya masyarakat.

“Udah 9 bulanan saya balik kesini bu, sebeum parah sakitnya, waktu masih bisa jalan stiap malam saya tidurnya pindah-pindah di bale-bale depan rumah saudara jauh atau para penduduk desa yg dulu kenal sama saya, tapi pas ‘boroknya’ udah bikin saya ‘merasa ga enak’ klo numpang dirumah orang, ya saya buat bedeng-bedengan disini yg dindingnya kelambu pengasih bu haji, tiang sama atapnya ya senemunya, sampai kemudian ketemu sama pak komar itu dan dibuatin rumah ini” terang Sobur penuh syukur.

Dalam peraturan penyaluran / pengalokasian dana desa sekitar 13%nya adalah untuk penduduk miskin atau sekitar lebih dari 6% untuk pemberdayaan masyarakat desa, namun kiranya ‘para pemimpin’ atau pun para ‘pengambil kebijakan’ desa ridho galih maupun di kecamatan Cibarusah dan kab.Bekasih masih ‘terlalu sibuk’ untuk sedikit ‘menjangkau’ dan meluangkan waktu serta fikirannya untuk seorang warga prasejahtera seperti pak Sobur ini.(Liz@Rin’S/Rajawalisiber)

By Pilar