PILARBANGSANEWS. COM. JAKARTA.– Pemahamam Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal agama disebut cetek. Makanya wajar dia bilang jangan mencampuradukkan persoalan politik dan agama.

“Beliau ini berlatar belakang pengusaha, ilmu agamanya minim. Ya wajar kalau dia bilang begitu karena dia gak ngerti,” kata Anggota Presidium Alumni 212 Fahri Lubis dalam diskusi bertema ‘Masih Relevankah Politik Agama’ di kawasan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1).

Karenanya menurut dia, pernyataan Jokowi tersebut dimaklumi saja. Meskipun pada dasarnya dirinya sangat prihatin karena memang agama dan politik tak bisa dipisahkan.

“Kalau yang ngerti kan paham bahwasanya siapa saja yang menjadi pejabat publik, legislatif, eksekutif, pemimpin apapun itu harus menjadikan agama menjadi pedomannya. Jadi mana bisa dipisahkan,” kata dia.

“Politik itu kan cara memimpin negara, tapi beliau sebagai seorang muslim ya guidance itu, kalau dia Nasrani guidance nya itu agamanya. Kan gak ada agama yang mengajarkan korupsi, menistakan orang lain, menghujat, membenci, gak ada,” sambung dia.[dem]
    

Sumber Rmol

By Pilar