PILARBANGSANEWS. COM. PADANG,- Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Muhayatul mengatakan, organisasi  pemuda muhammadiyah adalah lumbung kader pemimpin masa depan,   harus mampu menjalankan fungsi sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna cita cita muhammadiyah itu sendiri.

“Pemuda muhammadiyah adalah pemuda islam. Dalam  menjalankan roda kepemimpinan bercirikan  gerakan amar makruf nahi mungkar, bekerja iklas dalam membangun persyarikatan muhammadiyah ke depan,” kata Muhayatul dalam pidatonya usai melatik Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Padang di Aula Balai Kota Padang, Sabtu (20/1).

Pengurus yang dilantik itu adalah Ketua ,Kardinal, S.Pd.I, MA, Sekretaris,  Erwanto, SPd.I, MA, Bendahara , Rispan Sastra, S. Kep ditambah seksi seksi.

Kepada pengurus yang baru dilantik, Muhayatul berharap semua kader harus bergerak dan jangan ada yang diam tanpa aktivitas. 

“Ingat amanah yang di emban ini akan di pertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Setelah pelantikan ini saya harapkan kepada PDPM kota padang untuk melakukan konsolidasi tingkat cabang & Ranting pemuda muhammadiyah se kota padang untuk segera melaksanakan musyawarah cabang dan menertibkan organisasi di tingkat cabang se kota padang,” harapnya.

  

Muhayatul merincikan, ada tiga hal penting yang harus di perhatikan khusus oleh pemuda Muhammadiyah untuk dilaksanakan dengan baik : Pertama melakukan perkaderan rutin di tingkat pimpinan daerah, karena ini adalah sangat penting dalam setiap organisasi agar fungsi organisasi dan proses regerasi bisa berjalan dengan baik. tanpa perkaderan pemuda muhammadiyah kota padang akan lumpuh dan tidak punya daya juang untuk menegakkan gerakan amar makruf nahi mungkar.

Ke-2 harus mampu melaksanakan pengajian & Pengkajian rutin. Sebab ini akan menjadi ruh gerakan dan menjadi pembeda pemuda muhammadiyah sebagai pemuda islam yang dalam melakukan gerakannya berpedoman kepada alquran dan sunnah.

Ke-3,  pemuda muhammadiyah harus mampu memetakan potensi kader dengan baik. Hal ini sangat penting karena pemuda muhammadiyah harus tau apa potensi yang dimiliki dan dimana harus di tempatkan dan apa yang harus ditekuni untuk penunjang ekonomi individu dan ekonomi persyarikatan muhammadiyah itu sendiri. Potensi kader ini harus betul betul terpetakan agar penditribusian kader sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh masing masing kader. 

Menyongsong pemilu kada 2018 dan pileg 2019, Muhayatul juga mengingatkan, pemuda muhammadiyah harus mampu  menjadi panduan bagi kaum muda  indonesia untuk menjalankan strategi politiknya. Khittah Kahayan ini penting untuk meninggikan standar akhlak politik bangsa  di masa yang akan datang di tengah rendahnya akhlak politik saat ini, dimana segala cara dilakukan untuk merebut kekuasaan dan mengabaikan  akhlak  serta moral yang tinggi dalam hal berpolitik.  

Khittah Kahayan memuat empat nilai Empat nilai akhlak politik kebangsaan yaitu, pertama Nilai Ketauhidan, nilai Ubudiyah, mashalahat dan dakwah.
“Nilai Mashlahat yakni  mewujudkan kemashlahatan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Sedangkan  nilai dakwah,  pemuda Muhammadiyah harus memiliki identitas sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi munkar,” paparnya.

By Pilar