PILARBANGSANEWS. COM. BUKITTINGGI,–


Tulisan ini adalah hasil catatan Ummi Cinto Ke Panti Jompo Ihkwanus Shifa.. Silahkan baca:

Selama ini ana berpikir, panti jompo itu adalah tempat ‘peristirahatan’ bagi emak atau bapak dari orang kaya yang ingin menyenangkan orang tua mereka dan membebaskan orang tua mereka  dari kebisingan tinggal bersama anak, menantu dan cucu.  

Sebaliknya panti jompo bukan juga sebagai tempat bagi orang tua berusia lanjut  yang hidup melarat.

Anggapan ana selama ini terkait panti jompo, ternyata salah besar, panti jompo  bukanlah tempat peristirahatan untuk menyenangkan orang tua kita. 
Bagi amai amai yang masih memiliki anak dan cucu, mereka ingin pulang. Panti jompo justru sebagai  tempat pembuangan bagi orang tua yang anaknya tak mau direpotkan atas kehadiran orang tua dirumah mereka.

“Disini tinggal memang tak bekerja, makan ada yang masuakkan, tapi rindu tinggal bersama cucu, rasa putus jantung ini,” ujar seorang nenek dalam dialek Minang, nenek ini  mengaku punya anak tinggal di Bukittinggi. Anak si nenek terbilang barazeki ( hidup layak).

Ana disini bukan hendak mengatakan Panti Jompo Tresnawerda Ikhwanussafa Lasimudo,  Kenagarian Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam tak layak huni, justru ana merasa salut dengan Ummy Jafni pengasuh panti jompo. Kalau ana adalah ummy Jafni mungkin ana tak sanggup dan mambana (minta ampun) mengurus orang tua yang tak memiliki hubungan famili.

Ummy Jufni pakai baju putih




Hanya orang orang bermental luar biasalah  yang mampu seperti Ummy Jufni.

Ana Minggu (21/1) sempat berkunjung bersama pengurus Gerakan  Subuh Berjema’ah Bukittinggi ke Panti Jampo Sungai Lasi Canduang ini. Sebagai pemimpin  Panti jompo,Umny  tidak dapat lagi dikatakan muda, Ummy sendiri telah berumur 87 tahun, tapi usianya yang sudah lanjut itu, ummy masih kelihatan gesit dibanding orang yang diasuhnya yang rata rata berumur dibawah usia ummy sendiri.

Bersambung…..

By Pilar