PILARBANGSANEWS. COM. BIMA,– “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang jasa pahlawannya,” kata kata ini pernah satu kali diucapkan oleh bung Karno dalam pidatonya. Kini kata kata itu sering dikutip oleh kalangan  politikus, birokrat, pimpinan aparat keamanan maupun pimpinan militer di negara kita ini.

Menyimpan dan merawat benda benda yang pernah dipakai, digunakan dan dimiliki oleh para  pahlawan maksudnya tidak hanya  merawat fakta sejarah itu akan tetapi juga bertujuan mengingat perjuangan dari pahlawan itu sendiri.
 

Adalah Gumilar salah seorang wartawan  Potretnet.Com, mencoba mengangkat fakta sejarah di Bima.  Kamar Tidur Presiden Ir.Soekarno (Bung Karno) di Istana Kesultanan Bima masih dipelihara dengan rapi.

Ketika itu Bung Karno Melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Ke Bima, Ranjang, Kasur, Sprey masih belum di cuci hingga saat ini takut luntur keringat Orang Pertama Pendiri Negara Indonesia.

Dan Alhamdulillah Tempat Peristirahatan beliau menjadi Saksi Sejarah bagi Masyarakat Pulau Sumbawa Umumnya, khususnya Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu Propinsi NTB.

Alhamdulillah berkat Kebijakan JENA TEKE (Sultan Bima Muhammad Putra Ferryandi S IP), Museum ASI MBOJO/Istana Kesultanan Bima di Buka untuk Umum dan bagi Warga Negara Indonesia maupun Warga Asing yang ingin melakukan Wisata di Museum ini, di beri kebebasan untuk berfoto selfi di Halaman Istana maupun di dalamnya.
>Gumilar- potretnet

By Pilar