PILARBANGSANEWS. COM. JAKARTA,– Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diperkirakan akan meninggalkan Koalisi Merah Putih yang terbentuk pada Pemilu 2014. Koalisi ini beranggotakan sejumlah partai politik dipimpin Gerindra yang menjadi pesaing dari koalisi kerakyatan pimpinan PDI Perjuangan.

Menurut Peneliti Lingkaran Survei Indonesia Rully Akbar, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akan merapat ke koalisi pemerintahan Joko Widodo. Rully memperkuat asumsinya dengan menyatakan, sampai saat ini Prabowo tak kunjung mendeklarasikan dirinya maju dalam Pemilihan Presiden 2019.

“Hanya Jokowi yang sekarang masih punya koalisi besar, Prabowo yang disebut akan menjadi lawan belum memberikan pernyataan akan maju lagi di pilpres 2019,” kata Rully, Peneliti LSI Denny JA, Rabu (24/1).

Kondisi ini, kata Rully, sedikit demi sedikit akan mengurangi partai yang dulu mendukung di koalisi merah putih menarik diri dan pindah merapat ke pemerintahan Jokowi,” ujar Rully. Dikatakan penetapan ambang batas (Presidential Threshold) sebesar 20 persen dari jumlah kursi di DPR (25 persen suara sah nasional) pada Pileg 2014 lalu, membuat langkah Prabowo tak mudah melangkah di Pilpres 2019.

“Adanya ambang batas 20 persen ini menyulitkan calon lain agar bisa punya koalisi

Penulis: PK-Asp
Editor: Red

Indikasinews

By Pilar