Dharmasraya, Pilar Bangsa News ,– Pertama kali sebuah kabupaten di Provinsi Sumbar warganya mengadakan unjuk rasa menolak LGBT adalah Kabupaten Dharmasraya. Ratusan Warga menyampaikan aspirasinya tolak LGBT di depan gedung DPRD Dharmasraya.

Aksi damai ini di sambut oleh Ketua DPRD Dharmasraya, H.Masrul Maas, Jum’at 26/01/18.

Adapun hasil dari kesepakatan dan petisi yang telah disepakati dan ditandatangani oleh DPRD Dharmasraya :

1.Menolak dengan tegas segala bentuk perilaku dan perbuatan Lesbia, gay, biseksual dan transgender.

2. Mendesak kepada DPR dan pemerintah untuk menjadikan perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender sebagai objek pidana dalam RUU KUHP yang sedang dibahas di dpr untuk kemudian disahkan menjadi undang-undang.

3. Mendesak pemerintah memberi sangsi yang tegas kepada perusahaan dan badan usaha swasta yang mendanai dan mendukung praktek LGBT.

4.Jika DPR dan pemerintah tidak segera membentuk dan mengesahkan UU terkait tuntutan diatas, maka DPRD Dharmasraya telah berjanji untuk menerbitkan PERDA INISIAT terkait Lesbian, Gay, Biseksual,Transgender dan penyakit Masyarak lainnya yang berbau maksiat yang ada di Kabupaten Dharmasraya.
Bapak Andi Pitopang sebagai Koordinator Lapangan saat di hubungi lewat Messenger menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua Pihak yang telah membantu terselenggaranya aksi Damai ini dengan baik dan berjalan lancar.

Kami ucapkan terima kasih kami kepada KNPI, Pemuda Panca sila, KOKAM, IPM, GP Anshor, Ikhwanul muslimin, KIMDA, Gerakan Subuh Berjama’ah Dharmasraya, Majelis taklim Gunung Medan.

” Mari kita kawal sembari berdo’a kepada Allah, agar apa yang menjadi tuntutan kita bisa segera terwujud, Aamiin, ” pungkasnya mengakhiri obrolannya.(Raffy/Andi Pitopang).

By Pilar