PILARBANGSANEWS. COM. BATANG KAPEH,–

Yang mulai curang duluan, kan City dan Pep. Jadi MU dan Mou kadang hanya terpaksa mengimbangi, sekedar proteksi diri. Seharusnya srmua bermain sportif agar penonton tidak marah dan ikut menyerbu lapangan.

TULISAN yang miring dan ditebalkan diatas adalah salah satu ciutan Twitter Mahfud MD, memakai perumpamaan pertandingan bola klub-klub beken dunia.

Entah apa yang hendak disindir oleh mantan Ketua MK ini, apakah ada kaitan dengan Liga 2018 di tanah air. Bisa jadi mengarah pada liga tanah air itu.

Mahfud dibeberapa cuitannya menyebut pelatih City mulai menampakkan permainan curang, ada wasit yang dipersiapkan untuk memimpin pertandingan, jika wasit adalah orang orang City, tidak akan mungkin bisa berlaku adil apabila klubnya bertanding melawan MU.

Berita ini bagus juga dibaca klik ;

Mendagri Siap Tanggung Segala Konsekuensinya Atas Usulkan 2 Pati Polri Jadi Plt Gubernur

Panitia pertandingan, jika tidak bisa menempatkan wasit yang berlaku netral, nanti dikhawatirkan penonton akan turun kelapangan.

Ayo apakah bisa wasit menjamin pertandingan akan berlangsung aman?

Biasa jika ada liga pertandingan berlangsung trus terjadi insiden yang dapat memancing keributan dilapangan , perkelahian antar sporter sesama suporter, yang mengamankan situasi bukanlah wasit, akan tetapi pengamanan tetap berada ditangan aparat keamanan. Bahkan dibantu dengan aparat gabungan.

Sebaiknya dalam liga Indonesia 2018 mendatang, wasit tetap diberikan kepada yang profesional, selain mereka sudah terlatih jadi wasit ini juga dapat mengurangi resiko dari terjadinya perkelahian antar sesama suporter.

Wasit yang profesional tentunya mereka yang sudah terlatih dan selama ini telah sering tampil memimpin pertandingan.

Agar wasit tidak duluan mendapatkan protes sebelum kompetisi dimulai, statamen wasit juga harus dijaga. Jangan ada kata kata berani menanggung konsekuensi. Kata kata ini menunjukkan sang wasit merasa diri akan mendapat perlindungan dan tidak akan mendapat sanksi dari FIFA.

Kalau pada pertandingan dulu toh sudah ada dilakukan pada pertandingan Akbar saat ini tentu jangan diulangi. Ikuti saja aturan dan UU yang berlaku agar tak ada tudingan bahwa wasit bisa sebagai pejabat yang melakukan makar terhadap UU.

Sebagai penonton yang ingin menikmati permainan cantik pada musim liga 2018, jangan ada pertikaian antara sesama suporter. Itu aja udah lah….

By Pilar