PILARBANGSANEWS.COM. SOLOK,– Kepolisian Resor (Polres) Solok Kota mengirim 111 pucuk senjata api rakitan ke Polda Sumbar, Jumat (2/1). Senpi rakitan ini merupakan hasil penyerahan oleh masyarakat di wilayah hukum Polres Solok Kota selama bulan Januari 2018, ditambah senjata yang berada di gudang Mapolres, yang diserahkan masyarakat sejak tahun 2016 sampai 2017. Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan secara resmi melepas pengiriman senjata itu ke Mapolda Sumbar. Senjata itu diantarkan oleh Kasat Intelkam Iptu Luhur Fachri menggunakan kendaraan double cabin Mobile Security Barrier. Turut serta dalam prosesi tersebut Wakapolres Kompol Sumintak dan sejumlah personel Polres Solok Kota.

“Senjata ini dikirim hari ini ke Mapolda Sumbar sebanyak 111 pucuk. Semuanya merupakan senjata yang selama ini dipegang masyarakat. Yang dipergunakan untuk berburu binatang besar, seperti babi dan kera. Senjata ini sangat berbahaya dan tergolong pada senjata api yang efeknya sangat mematikan. Kita sangat apresiasi masyarakat yang menyerahkannya ke Polres Solok Kota secara sukarela,” ungkap Dony.

Meski 111 senpi rakitan itu semuanya telah dikirimkan ke Polda Sumbar, Dony menyatakan pihaknya tetap menerima penyerahan senjata oleh masyarakat. Kapolres bergelang Datuk Pandeka Rajo Mudo itu menyatakan, masyarakat dapat datang langsung ke Mapolres Solok Kota, Polsek-Polsek terdekat tempat tinggal, maupun kepada personel Bhabin Kamtibmas di masing-masing nagari atau kelurahan. Atas kerelaan menyerahkan senjata itu, Polres Solok Kota akan memberikan piagam penghargaan dan reward kepada masyarakat.

“Kalau ada masyarakat yang masih memiliki senjata api, agar segera menyerahkannya dengan kerelaan hati kepada pihak kepolisian. Akan ada reward untuk yang menyerahkan. Tapi, perlu juga diingat, ada ancaman hukuman terhadap kepemilikan senpi oleh masyarakat. Yakni Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun, hukuman seumur hidup hingga ancaman hukuman mati,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Senin, 15 Januari lalu, Polres Solok Kota menerima penyerahan sebanyak 16 pucuk senjata rakitan jenis balansa atau gobok dari masyarakat. Penyerahan Senpi itu merupakan hasil pendekatan yang dilakukan Babinsa, Bhabinkamtibmas serta pihak Nagari dan Porbi terhadap masyarakat. Mayoritas senjata laras panjang tersebut masih layak digunakan. Selama ini, senjata jenis balansa dan gobok tersebut digunakan masyarakat untuk berburu babi hutan dan kera. Namun, sangat rawan disalahgunakan juga dalam kondisi terdesak.

“Jika dalam kondisi psikologi tidak stabil, sangat rawan disalahgunakan. Akibatnya, kita sudah sama-sama tahu efeknya. Seperti yang terjadi di Dharmasraya beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Kapolres menerangkan, 16 pucuk senjata itu berasal dari dua kecamatan di wilayah hukum Polres Solok kota, diantaranya 4 pucuk dari Nagari Indudur, 5 pucuk di Nagari Taruang-Taruang kecamatan IX Koto Sungai Lasi ditambah 7 pucuk dari Nagari Sulit Air kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok.

Atas kerelaan masyarakat tersebut, Polres Solok Kota memberikan piagam penghargaan terhadap walinagari, Bhabin Kamtibmas, Porbi dan tokoh masyarakat yang telah melakukan pendekatan persuasif ini. Sebagai wujud terima kasih, Polres memberikan bantuan sembako kepada pemilik senjata yang menyerahkan senjata rakitannya.

“Sebelumnya, kami mohon maaf, sembako tersebut bukan pengganti dari senjata ini. Tapi kami tidak tahu bagaimana caranya kami akan berterima kasih kepada masyarakat, yang secara sadar dan sukarela menyerahkan senjata-senjata ini. Ada hikmah positif dalam penyerahan senjata-senjata ini. Yakni, adanya kepercayaan masyarakat kepada polisi, bhabin kamtibmas, walinagari dan tokoh masyarakat. Kalau mereka tidak percaya, mereka bisa saja tidak menyerahkan atau menyembunyikan dan mengubur sendiri senjata ini sendiri. Hubungan saling percaya seperti inilah yang dihaarapkan tercipta antara polisi dan masyarakat,” ujarnya.

Dony juga menyatakan pihaknya tidak akan menerapkan hukum positif terhadap masyarakat yang menyerahkan secara sukarela. Malah akan diberi penghargaan. Namun, jika masih ada masyarakat yang enggan menyerahkan dan tertangkap penyalahgunakan senjata api rakitan akan diproses secara hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. (rijal islamy)

By Pilar