PILARBANGSANEWS. COM. BUKITTINGGI,–Gerakan kesejahteraan tuna rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Bukittinggi mengunjungi Balaikota guna melakukan audiensi dengan pejabat Pemko, Rabu (31/1) pagi. Rombongan yang berjumlah 10 orangtersebut, disambut langsung AsistenAdministrasi Pemerintahan UmumSetdako, Noverdi di ruang kerjanya. Komunitas yang beranggotakan penyandang disabilitas tuna rungu ini terbentuk dengan visi memperjuangkan pemenuhan hak –hak anggota agar memperoleh kesamaan dan kesempatan dalam seluruh aspek kehidupan dan penghidupan. Menurut Robert Nino salah satu penggiat Umbrella Deaf Project (UDP) sebuah gerakan yang konsern menyuarakan hak kaum disabiltas, kepengurusan Gerkatin Kota Bukittinggi baru saja terbentuk dengan jumlah anggota sebanyak 40 orang dan saat ini tengah dalam tahapan konsolidasi organisasi. Robert menjelaskan bahwa tidak dipungkiri belum seluruh pihak mau menerima keberadaan kaum disabilitas termasuk para penyandang tuna rungu. Hal ini terbukti dengan masih minimnya kesempatan kerja formal dan informal yang tersedia bagi mereka. Minimnya penerimaan masyarakat ini juga berdampak bagi perkembangan mental penyandang disabilitas. Mereka jadi cenderung menutup diri dan enggan untuk menungkapkan keberadaan mereka di tengah lingkungan masyarakat. Hal inilah yang akan dicegah dengan terbentuknya Gerkatin ini. “Kita berharap dengan adanya wadah tempat mereka untuk berkumpul dan saling berinteraksi maka akan menumbuhkan percaya diri bagi mereka untuk terjun ke tengah masyarakat dan memperoleh kesempatan dan perlakuan yang sama dengan anggota masyarakat lainnya”, harap Robert. Lebih lanjut Robert berharap komunitas ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bukittinggi. Karena menurutnya dengan dukungan dari pemangku kepentingan, organisasi ini akan lebih mudah menjalankan dan mengembangkan roda organisasi ke depannya. Bak gayung bersambut, harapan yang disampaikan Gerkatin Kota Bukittinggi dan UDP tersebut disambut baik Asisten Administrasi Pemerintahan UmumSetdako, Noverdi. Ia menjelaskan merupakan kewajiban bagi Pemerintah Kota untuk mendukung seluruh aktifitas positif masyarakat Bukittinggi termasuk dengan keberadaan gerakan kesejahteraan tunarungu ini. Dikatakannya data yang tidak lengkap dan masih banyak penyandang disabilitas yang tidak mau membuka diri menjadi penghalang bagi pemerintah untuk turut melakukan pemberdayaan terhadap mereka. Tapi dengan adanya wadah khusus ini, Noverdi yakin bahwa Pemko Bukittinggi tidak akan tinggal diam. Akan ada banyak kegiatan-kegiatan dari SKPD teknis yang dapat diintegrasikan dengan kegiatan organisasi terutama untuk meningkatkan kualitas SDM anggota. Seperti adanya pelatihan keterampilan dan kecakapan hidup. Sehingga anggota Gerkatin nantinya memiliki modal untuk dapat mandiri serta mampu meningkatkan ekonomi keluarga Noverdi juga mengapresiasi para relawan dari UDP yang telah berkorban baik dalam hal waktu maupun tenaga untuk mendampingi penyandang disabilitas di Kota Bukittinggi. “harapan kitagerakan ini akan terus ada dan tetap menyuarakan kaum disabilitas mendapatkan hak yang sama dengan anggota masyarakat lainnya sesuai dengan amanat UU 8 Tahun 2016”, pungkasnya(Ylm)

By Pilar