PILARBANGSANEWS. COM. BANDARLAMPUNG, KD — Pihak Yayasan Masyariqul Anwar membantah tuduhan dugaan adanya penyimpangan dana BOS yang santer terdengar dan di curigai oleh beberapa LSM ( lembaga swadaya masyarakat).

Hal itu di sampaikan oleh pihak yayasan (15-1-2017) kepada wartawan Kabardaerah.Hal itu disampaikan oleh pihak Yayasan yang mengaku bernama Abuya Yazid dan didampingi seseorang ketua salah satu LSM yang mengaku bernama Azis.
” Kami siap buka bukaan terkait penggunaan dana Bos. Apa yang kami lakukan sudah sesuai juknis dan juklak aturan yang berlaku,” ujar nya.

Lanjutnya, ” Mekanisme di dalam penggunaan alokasi dana Bos masyarakat berhak tahu dan kami akan pajang dan umumkan. Bukan hanya wartawan saja yang berhak tahu, kami akan pajang alokasi penggunaaan dana Bos secara transparan, janji Abuya yang kerap dipanggil Ustad tersebut.

Sementara itu, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Drs. Murbani Budi Pitono ternyata telah mendapat informasi terkait dugaan penyimpangan dana Bos oleh Yayasan Masyariqul Anwar.
Bahkan polisi berpangkat melati tiga ini berjanji akan menindak lanjuti untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap kebenaran terkait dugaan penyimpangan. ” Kami akan tindak lanjuti dengan lidik ,” ujar Murbani kepada wartawan Kabar daerah via WA beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui menurut berita sebelumnya
Kementerian Agama Kemenag) Kota Bandar Lampung bergerak cepat untuk mengusut penyimpangan dana BOS di duga dilakukan oleh oknum pengurus Yayasan Masyariqul Anwar.

Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung Drs. Seraden Nihan menyatakan dia sudah sejak lama mewanti wanti atau memberi peringatan agar jangan sampai main main dengan dana BOS.

“Saya telah sejak lama memberi warning dan me wanti wanti agar pihak yayasan jangan main main dengan dana BOS. Yayasan keberadaannya harus menopang kebutuhan pendidikan, bukan sebaliknya,” ujar Seraden Nihan.

Bahkan, lanjut nya senin mendatang (15-1-2018) pihak Kemenag akan turun ke Yayasan untuk melakukan klarifikasi ke Yayasan Masyariqul Anwar, kami akan turun ke Yayasan dan lakukan klarifikasi langsung, ” tandas Seraden.

Berita sebelumnya diduga ada penyimpangan penggunaan dana BOS mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA di Yayasan Masyariqul Anwar yang berlokasi di Jl. Chairil Anwar, Durian Payung, Bandar Lampung.

Menurut sumber terpercaya Lampung Kabardaerah.com diduga pengurus Yayasan Masyariqul Anwar ber inisial Af & Ai bekerja sama dengan para kepala sekolah untuk melakukan perbuatan seperti yang di duga di tuduhkan.

Menurut sumber kami, dugaan penyimpangan dana BOS dengan cara dana langsung di setorkan para kepala sekolah ke Ai selaku bendahara tidak resmi, selanjutnya diterima oleh Af.

Berdasarkan sumber, data yang diperoleh, Yayasan tersebut terdiri beberapa tingkatan, dimulai dari MI, MTS sampai dengan MA.

Madrasah Ibtidaiyah I / SD pada tahun 2017 memperoleh
Dana BOS sebesar Rp. 150 juta, MTS Madrasah Tsanawiyah/ SMP Dana BOS yang di terima tahun sebesar Rp. 48 juta dan
MA Madrasah Aliyah SMA dana BOS tahun 2016 sd 2017 Rp. 48 jt per tahun.

Sementara Yaralina, SPd selaku kepsek MTS saat dikonfirmasi (7-1-2018) melalui pesan Whatsapp membantah pihaknya telah melakukan penyimpangan dana BOS.

Menurutnya penggunaan dana BOS sudah sesuai dengan aturan juknis. ” Semuanya sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan dan dalam pengawasan intensif dari pihak yayasan. Bendahara yayasan sudah salurkan sesuai kebutuhan madrasah sesuai prosedur,” ujar Yaralina, SPd melalui pesan Whatsapp kepada Lampungkabardaerah.

Selanjutnya, Fauzil Umar dari LSM Transformasi Hukum Indonesia meminta pihak Yayasan agar lebih transparan dan terbuka kepada publik. “Bahkan bila memang ada dugaan penyimpangan pihaknya tidak akan segan segan membuat laporan ke aparat penegak hukum Kejaksaan, KPK dan lain lain,” ujar Fauzil. (KD/BE-Aji)

By Pilar