PILARBANGSANEWS. COM. JAKARTA,– Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani menegaskan kepolisian sama sekali tidak memiliki kewenangan ataupun menolak usulan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terkait perwira tinggi Polri yang hendak dijadikan sebagai pejabat (PJ) gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Dia menilai bahwa justru Mendagri lah yang harus mengurungkan niatnya itu.

“Bukan Polri yang menolak, melainkan Menteri Dalam Negeri yang mengurungkan niat tersebut,” ujarnya, di gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (2/1).

Anggota Komisi III DPR RI ini mengaku pihaknya sudah mengkonfirmasi langsung kepada pihak kepolisian. Disitu, Polri mengaku bahwa merekalah yang diminta oleh Kemendagri. Makanya, ditegaskannya lagi bahwa Menteri Tjahjo harus membatalkan niatnya itu.

Arsul mengaku khawatir bahwa nantinya, PJ Gubernur dari Polri bisa saja tidak netral. Terlebih, di Jawa Barat salah satu kontestannya merupakan pensiunan polisi. Sementara di Sumatera Utara salah satu kontestannya anggota TNI yang mengajukan pengunduran diri.

“Hal itu bisa menimbulkan persepsi bahwa TNI berhadapan dengan Polri. Selain itu, polisi dianggap akan membela calon yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” ujar Arsul.

Dikhawatirkannya bahwa jika persepsi itu terus berkembang di masyarakat, maka bisa mengganggu jalannya Pilkada di kedua daerah itu. Makanya, menurut dia, lebih bijak jika anggota Polri aktif yang ditempatkan sebagai PJ Gubernur bukan di kedua kedua daerah itu.

“Lain halnya bila penempatan kedua jenderal polisi itu di daerah yang relatif lebih netral. Misalnya di provinsi dimana PJ Gubernur memang dibutuhkan,” imbuhnya.

Diakuinya bahwa rencana Menteri Tjahjo itu sudah menimbulkan kontroversi. Sebab ada pihak ang menilai bahwa PJ gubernur dari Polri sebenarnya telah melanggar Undang-Undang Kepolisian.

“Tapi di satu sisi sudah ada preseden sebelumnya, dimana PJ Gubernur pernah dijabat oleh TNI atau Polri,” pungkas orang dekat Ketua Umum PPP, Romahurmuziy ini. [nes/rmol)

By Pilar