PILARBANGSANEWS. COM. JAKARTA,– Pihak kepolisian diminta tak hanya menghukum pelaku kasus penganiayaan yang dilakukan seorang babysitter berinisial FY (21) terhadap anak majikannya KYW (2,5). Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI, meminta polisi berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penyembuhan trauma baik pelaku maupun korban.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengatakan tindakan pelaku FY terhadap bocah berusia 2,5 tahun itu tak bisa ditolerir dan wajib diberikan hukuman yang setimpal, namun hukuman saja tak akan memutus mata rantai tindak kekerasan anak.

Pasalnya, kata Retno, rata-rata kasus kekerasan anak dilatarbelakangi masa lalu para pelaku yang juga mengalami tindak kekerasan oleh orang-orang dekat.

“Meski harus menjalani hukuman nantinya juga harus dibantu penyembuhannya,” kata Retno kepada Kriminologi saat dihubungi, Kamis, 1 Februari 2018.

Sebab itu, Retno meminta pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan pengobatan atau trauma healing kepada FY dan juga KYW.

“Pentingnya merehabilitasi korban itu agar akan mereka bisa kembali kehidupan normal agar tidak menjadi pelaku dan juga pelaku agar tidak mengulangi tindak kekerasan,” ucap Retno.

Lebih lanjut, Retno menambahkan, dengan memberikan trauma healing kepada pelaku dan korban dengan melalui psikologi, mata rantai tindak kekerasan yang kebanyakan dilatarbelakangi masa lalau yang kelam akan secara perlahan terputus.

“Pengobatan harus dilakukan sejak dini. Jika tidak, nantinya korban akan menjadi pelaku dan pelaku juga berpotensi melakukan kembali tindak kekerasan jika hanya diberikan hukuman,” ujar Retno.

Sebelumnya, seorang babysitter, FY (21) tega menganiaya anak majikannya berinisial KYW hanya lantaran merasa kesal saat hendak menidurkan bocah lugu itu selalu menagis.

Penganiayan wanita yang telah bekerja selama lima bulan itu terjadi pada 29 Januari 2018 di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Kala itu, FY hendak menidurkan bocah 2,5 tahun dengan cara digendong. Namun, bukannya tertidur bocah itu justru menangis dengan kencang.

Seketika, FY yang merasa kesal langsung memukul pipi bocah itu dengan telapak tangannya. Bukannya terdiam, bocah itu justru terus menangis lebih kencang dan tidak berhenti. Amarah FY semakin memuncak, bocah lugu itu terus disiksa dengan cara digigit di bagian rahang kanannya hingga berbekas.

Meski akhirnya bocah itu tertidur pulas, orang tua bocah itu yang telah pulang usai bekerja, sontak terkaget saat masuk ke dalam kamar anaknya. Ia melihat bagian pipi buah hatinya itu terlihat bekas gigitan. Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

(Kriminologi.id)

By Pilar