PILARBANGSANEWS. COM. SAMPANG MADURA,– Kesel pacarnya tak mau diajak menikah, P berdua dengan temannya JN, bergantian memperkosa sang pacar.

Akibat dari tindakan perkosaan itu, sampai kini gadis bernama sebut saja Melati berumur (17 th) mengalami trauma berat atas kejadian yang telah menimpa dirinya. Sampai saat ini korban tak berani menerima tamu, apalagi kalau tamunya adalah seorang pria.

Usai kejadian P melarikan diri entah kemana, kini dia masuk dalam DPO (daftar pencarian orang). Sementara polisi berhasil menangkap JN alias A, beralamat di Dusun Glisgis Desa Gunong Maddah-Sampang.

Peristiwa yang menimpa Melati ini diungkapkan oleh Kapolres AKBP Budhi Wardiman, SH, S.IK dalam konfrensi pers, Kamis kemaren (1/2).

Kapolres selanjutnya menceritakan kronologisnya, sebelum kejadian, malam itu dalam bulan Nopember 2017, P mengajak JN alias A, membawa Melati, mengunjungi pasar malam.

Pulang dari pasar malam sekitar pukul 23:00 WIB bertiga mereka naik becak, yang nyetir becak JN, sementara P duduk didepan bersama pacar Melati.

Berbagai kata diucapkan oleh P untuk membujuk Melati agar mau menikah dengannya, namun Melati tetap menolak.

Ketika becak mereka melintas ditempat yang sepi, tiba tiba muncul ide dari P untuk memperkosa pacarnya. Niat itu disampaikan kepada JN dengan sebuah kode yang tidak diketahui oleh Melati.

Becak berhenti, lalu Melati mereka tarik ke sebuah gubuk kosong. Sampai di gubuk itu JN memegang kedua tangan korban sambil membekap mulutnya dengan tujuan agar korban tidak teriak dan pasrah.

Dalam kondisi begitu P membebaskan pakaian dalam yang dikenakan Melati.

Melati mencoba meronta tapi tenaga kedua laki laki itu lebih kuat dari tenaganya.

Usai P menggagahi pacarnya, untuk ronde berikutnya pemain utama diganti oleh JN.

Menurut pengakuan JN kepada penyidik, perkosaan terhadap Melati baru selesai setelah mereka merasa puas masing masing dengan jatah 5 ronde.

Menurut Kapolres perbuatan tersangka dijerat dengan Pasal 285 KUHP, ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara”, demikian AKBP Budhi Wardiman, SH, S.IK. (sumber: wartahukum)

By Pilar