PILARBANGSANEWS.COM. KUNINGAN,– Seorang ibu walupun suka mencubit anaknya, tapi jika ada orang lain yang berani mencubit anaknya itu, pasti dia tak terima dan akan menyerang orang lain itu, beda dengan ibu di Kuningan ini, setelah dia melakukan kekerasan terhadap anak kandung sendiri, lalu kemudian ada yang temannya ikut membantu, dia tega melihatnya dan membiarkan temannya itu melakukan kekerasan terhadap sibuab hati.

Agus

Aksi kekerasan orang tua terhadap anaknya ini sempat viral didunia Maya.

Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap pelaku. Peristiwa ini terungkap setelah video korban yang mengalami luka-luka, viral di media sosial.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, menjelaskan kasus terbongkar kala polisi melakukan patroli siber dan menemukan video yang berdurasi 2 menit 11 detik itu.

“Sekitar awal Januari, petugas cyber patrol melihat video yang berisikan anak kecil yang mengalami luka,” ujar Argo kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Minggu (4/2/2018).

Setelah mendapati video, polisi memutuskan memproses kasus. Penyelidikan lokasi kejadian lalu dilakukan. Hasilnya diketahui jika tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Kuningan, Jawa Barat.

! - Mulai Komposit ->

“Dengan adanya video viral di Facebook dari Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro menganalisa secara online posisi di mana. Kemudian setelah dicek benar ada kejadian di Kuningan, Jawa Barat,” kata dia.

Pengecekan menemukan korban berinisial B tersebut. Bocah delapan tahun itu mengalami luka-luka pada seperti luka lebam di mata, luka di dada, serta luka akibat siraman air panas di tangan kanan kiri dan paha. Ia berada di rumah neneknya dengan kondisi sakit.

Polisi lalu memburu pelaku kekerasan. Hasilnya tiga orang ditangkap pada 2 Februari 2018. Mereka antara lain SP ibu korban, lalu LS teman ibu korban yang tinggal di Bekasi, dan MR tetangga korban di Kuningan. Ironisnya seluruh pelaku berjenis kelamin perempuan semua.

Ironisnya, ibu kandung korban yang telah melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri tega membiarkan teman temannya ikut serta melakukan kekesaran.

Para pelaku dinilai melakukan tindak pidana menempatkan, membiarkan dan menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah. Mereka juga dianggap melakukan penelantaran, kekerasan terhadap anak, menempatkan, membiarkan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan penculikan dan atau eksploitasi terhadap anak.

Mereka dijerat Pasal 76B Jo Pasal 77B dan atau Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat 1 dan atau Pasal 76F Jo Pasal 83 dan atau Pasal 76I Jo Pasal 88 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 328 KUHP dan atau Pasal 330 KUHP dan atau 351 KUHP.

“Dengan ancaman pidana paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun,” tandas Argo.

(RIZ/LHC)