PILARBANGSANEWS. COM. TEGAL ,– Jajaran kepolisian dan Tim Saber Pungli Kota Tegal membekuk tiga orang wartawan media abal-abal pada Sabtu (3/2) malam. Ketiga oknum yang masing-masing bernama AF (28), FA (41) dan SA (34) itu ditangkap karena memeras seorang pegawai negeri sipil (PNS).

FA adalah warga Desa Kertabesuki, Kecamatan Wanasari di Kabupaten Brebes, sedangkan SA berasal dari Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Adapun AF adalah warga Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen.

Korban aksi mereka adalah Umarudin (54), seorang PNS di kantor Kecamatan Margadana. Ketiga oknum wartawan itu mengaku dari Tim Saber Pungli pusat dan menuduh Umarudin telah melakukan pungutan ilegal saat bertugas.

“Mereka mengatakan kalau saya telah melakukan pungutan liar. Padahal saya tidak melakukannya,” kata Umarudin seperti diberitakan radartegal.com.

Selanjutnya, salah seorang pelaku memaksa Umarudin menyerahkan uang Rp 10 juta jika tak ingin kasus pungli itu diproses. Namun, Umarudin memberikan uang Rp1,5 juta.

“Tawaran itu tidak digubris mereka. Akhirnya disetujui kalau saya akan menyerahkan Rp 5 juta,” sebut Umarudin.

Namun, info tentang aksi trio wartawan abal-abal itu sampai ke aparat penegak hukum. Kapolsek Sumurpanggang Kompol Agus Endro Wibowo mengatakan, ketiga pelaku sudah ditangkap dan ‎ditetapkan sebagai tersangka.

“Ketiga tersangka sudah ditahan dan dikenai Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara,” katanya.

Agus menjelaskan, ketiga pelaku mendatangi korban dengan mengaku sebagai wartawan danTim Saber Pungli pusat. Tersangka AF mengaku sebagai wartawan media FH Indonesia, sedangkan Firdaus Andika dari media WH Indonesia.

Adapun SA menyebut dirinya anggota Tim Saber Pungli pusat. ‎”Mereka mendatangi korban dan melakukan pemerasan dengan cara menakut-nakuti akan dilaporkan ke gubernur dan polisi,” ujar Agus.

Menurut Agus, dari tangan tersangka telah diamankan sejumlah barang bukti. Antara lain uang sebesar Rp 1,6 juta dari korban, tiga kartu pers, serta kartu pengenal menyerupai tanda pengenal polisi bertuliskan Buser Indonesia.

Berdasar informasi, pelaku sudah beraksi di lokasi lain. Namun, polisi belum menerima laporan lainnya.

“Belum ada laporan resmi. Jadi sejauh ini korbannya baru satu orang,” pungkasnya.(far/zul/jpg/JPNN.com)

By Pilar