PILARBANGSANEWS.COM.
DHARMASRAYA,– Presiden Jokowi mengingatkan ibu ibu yang menerima Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) agar tidak menggunakan dana PKH itu untuk beli rokok suaminya.

“PKH itu dananya diperuntukkan pemenuhan gizi anak, untuk membeli telur, ikan. Beli seragam juga boleh,” ucap Presiden saat membagikan Kartu PKH kepada 3.000 orang penerima maanfaat, berlangsung di Lapangan Sepak Bola Blok B Sitiung usai Presiden meninjau Proyek Embung.

Dalam satu tahun pemegang kartu PKH mendapatkan Rp1,89 juta. Dana tersebut dapat diambil sebanyak empat kali melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah.

Menurut presiden, dana PKH Tidak boleh digunakan beli rokok untuk suami, tapi jangan suami tak diberitahu. Kasih tahu suami bahwa dana sudah diambil. Pergunakan, dana PKH ini untuk gizi anak, sekolah anak. Tidak boleh buat membeli rokok,” ujar Presiden.

Pada kesempatan itu presiden juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 1.247 siswa, terdiri dari 374 siswa SD, 374 siswa SMP, 187 siswa SMA, 187 siswa SMK dan 125 peserta program kesetaraan.

Bantuan yang diberikan dalam KIP untuk siswa SD sebesar Rp450 ribu, siswa SMP Rp750 ribu, dan siswa SMA/SMK serta kesetaraan Rp1 juta untuk jangka waktu satu tahun.

“Dana yang ada disini digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan sekolah, beli buku, tas, sepatu. Untuk beli pulsa boleh? Tidak boleh,” tutur Presiden.

Tampak hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Idrus Marham, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago.

(MIT/Machmudin/rjl/nofsan)

By Pilar