PILARBANGSANEWS.COM PADANG ,– Kunjungan kerja (kunker) Presiden Jokowi selama 3 hari di Sumbar telah disambut hangat dan antusias oleh warga Sumbar, namun bukan berarti bebas dari aksi demo. Walupun tidak banyak peserta, tapi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Sumatera Barat menggelar aksi demo atas kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Ranah Minang.

Seperti yang diberitakan media Online Bantengsumbar.com, aksi hanya berlangsung baru sekitar 5 menit di depan PT. Trakindo Padang, dengan sigap langsung dibubarkan oleh pihak Kepolisian.

Sekjen KAMMI Wilayah Sumbar, Abu Said mengaku, pihak kepolisian langsung memukul peserta aksi dan membawa ke mobil menuju kantor Polres.

“Baru sekitar 5 menit kami sampai dilokasi aksi, kami langsung dibubarkan bahkan kami belum sempat untuk menyampaikan orasi kami. Padahal aksi kami sesuai prosedur dan kami telah memasukkan surat pemberitahuan aksi,” jelas Said yang juga Korlap aksi kali ini.

Said juga menambahkan, bahwa tuntutan dalam aksi ini agar pemerintah dapat mengatasi permaslaahan masalah di negeri ini, yaitu naiknya tarif listrik, pencabutan subsidi BBM, pupuk, gas, impor kebutuhan pokok seperti beras yang merugikan petani, serta kriminalisasi kepada ulama.

“Dalam hal ini kami menyatakan sikap bahwa: 1. Hentikan kenaikan TDL, 2. Kembalikan subsidi BBM, pupuk, dan gas, 3. Berikan dukungan kepada petani, 4. Hentikan kriminalisasi ulama dan usut tuntas kasus pembunuhan ulama,” ungkapnya.

“Kami sangat kecewa dengan rezim anti kritik ini, hingga saat ini kami masih ditahan di Polresta Padang. Padahal, ini era demokrasi yang setiap orang bisa berpendapat. Stop pembungkaman mahasiswa!!!. Kami tidak akan diam,” tegas Said.

Sampai berita ini kami tayangkan belum diperoleh informasi apakah anggota KAMMI yang digelandang ke Mapolresta Padang sudah diperbolehkan pulang. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut terkait diamankannya oleh pihak berwajib peserta demo itu.
(Nic)

By Pilar