PILARBANGSANEWS. COM. SOLOK ,– Tim penyidik di Polres Solok Kota telah memeriksa Kepala Dinas Perhubungan Kota Solok, Asril, sebagai saksi terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua petugas Tempat Pembayaran Retribusi (TPR) di Pos Retribusi Terminal Truk (PRTT) Dishub Kota Solok.

Selain Asril, polres Solok Kota juga telah meminta keterangan Kepala Bidang (Kabid) Sarana Parasarana Angkutan Jalan (SPAJ) Dishub Kota Solok, Hasan Basri. Keduanya diperiksa di Satreskrim Polres Solok Kota di waktu berbeda.

Asril telah diperiksa pada Rabu (7/2), sementara Hasan Basri dimintai keterangan beberapa hari usai OTT pada Rabu (31/1).

Baca juga berita terkait klik disini;

Wakil Walikota Solok Reinier ; Pahit 2 PNS Terjaring OTT, Tapi Biarlah Jadi Pelajaran

Dalam pemeriksaannya sebagai saksi, Asril mengaku tidak tahu menahu tentang adanya pungutan liar di TPR PRTT tersebut. Meski begitu, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino, menyatakan pihaknya akan terus mendalami keterlibatan sejumlah pihak dalam kasus ini. Menurutnya, pengakuan sejumlah saksi dan keterangan dari sejumlah pegawai adalah bahan pertimbangan. Namun Zamri menegaskan bahwa patokan utama dalam sebuah kasus adalah dua alat bukti yang sah.

“Kita terus mendalami kasus ini. Keterangan saksi terus kita kumpulkan untuk memperkuat barang bukti. Kita harapkan seluruh yang kita periksa bisa kooperatif,” ungkapnya.

Mengenai sistem dan adanya dugaan aliran dana pungutan liar, Zamri Elfino menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. Apakah dana kelebihan dari target setoran itu untuk dua petugas atau ada ke pihak lain.

“Masih pendalaman dan pemeriksaan. Nanti akan diberi tahu,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Kota Solok yang dipimpin oleh Ketua UPP Saber Pungli, Kompol Sumintak, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua petugas TPR/PRTT Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solok, Rabu (31/1) sekitar pukul 04.00 WIB. Dari OTT di TPR yang berada di depan Terminal Regional Bareh Solok itu, tim Saber Pungli menangkap dua petugas, JF (20) dan IS (50). Kedua petugas tersebut ditangkap saat memungut retribusi terhadap truk yang melewati jalan Lintas Sumatera depan TRBS, dengan modus tidak menyerahkan karcis/tiket pembayaran.

Tim Saber Pungli mengamankan barang bukti berupa uang tunai hasil retribusi Rp 3.697.000. Kemudian blangko setoran yang sudah diisi jumlah nominalnya sebesar Rp 2.700.000. Serta empat bundel sisa karcis retribusi.

OTT ini berawal dari informasi sopir truk yang mengaku membayar retribusi, namun tanpa diberi bukti penyerahan setoran/karcis. Dari informasi itu, Tim Saber Pungli lansung melakukan penyelidikan dan pengintaian di Pos TPR. Tim mendapati dua orang petugas TPR yang mengutip retribusi tanpa menyerahkan bukti setoran. Kedua pelaku hanya bisa pasrah saat ditangkap.

“Kedua pelaku sudah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, berikut barang bukti yang ditemukan dalam Pos TPR,” ungkap Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan di Mapolres Solok Kota, Kamis (1/2).

Dijelaskan Dony Setiawan, Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, tersangka dan dihubungkan dengan barang bukti yang ada, akhirnya kedua pegawai ini mengakui telah melakukan pungutan sebesar Rp 3.697.000 dari tanggal 30 s/d 31 Jan 2018.

“Tersangka sengaja mengisi blangko setoran senilai Rp 2.700.000 untuk diserahkan kepada bendahara penerima. Sedangkan sisanya yang dipungut tanpa karcis sebesar Rp 997.000 akan dibagi rata oleh terduga tersangka untuk keperluan pribadi,” jelas Dony didampingi Wakpolres Kompol Sumintak dan Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino.

Dony menyatakan kedua tersangka tidak ditahan karena sesuai peraturan, barang bukti di bawah Rp 5 juta tidak dilakukan penahanan.(rijal islamy)

By Pilar