PILARBANGSANEWS.COM. JAKARTA,–Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, media massa, surat kabar, TV media Online yang diharapkan adalah media yang idenpenden, objektif serta berimbang, sehingga media itu dapat memberi harapan untuk pembelajaran yang analitik bagi masyarakat.

“Ada TV yang berpihak, seperti dalam pemilihan Presiden dulu itu, memang tak bisa juga dihindari, tapi itu dimana mana ada didunia ini,” kata Jusuf Kalla saat ditanya presenter TV One dalam acara 10 Tahun TV One menjaga keutuhan NKRI, malam ini yang ditayangkan secara Live.

Menurut Jusuf Kalla , media juga dituntut untuk menyajikan berita yang akurat dan cepat sampai diterima masyarakat.

Kalau ada orang bertengkar beritakan lah, tapi jangan terlalu detil diberitakan, sehingga tidak menimbulkan rasa marah dikalangan sesama pendukung.

Terkait masalah biaya dalam Pilkada yang kini terlalu besar, diakui oleh Jusuf Kalla, saat ini untuk menjadi seorang kepala daerah memerlukan biaya yang besar.

“Memang dalan poitik itu tanpa biaya ya tak mungkin juga, dan ini salah salah satu bentuk dari keterbukaan dan demokrasi. Demokrasi yang kita laksanakan saat ini, memang tidak bisa dikatakan terbaik namun dengan demokrasi itulah kita memilih pemimpin bangsa ini,” ujarnya.

Berbeda waktu dizaman pak Harto dulu, 5 tahun sebelum pemilu sudah diketahui partai apa yang menang, partai saya selalu menang pada waktu itu, kata Jusuf disambut ger peserta yang hadir.

Tahun ini disebut sebagian tahun politik, sebanyak 171 kepala daerah akan dipeributkan dalam pelkada.

Kepada kandidat, Jusuf Kalla mengingatkan berkempanyelah secara baik dan dingin, jangan memakai kampanye hitam.

“Bagi masayarakat pemilih
jangan karena sembako, Jangan karena sarung dan mukena kita memilih pemimpin,” ujar Wakil Presiden dan kembali disambut ger (ketawa) peserta yang hadir. (BSH)

By Pilar