EkonomiPadang

AWI Bos Toko Besi Sumber Baru Padang Diamankan Polisi

Direktur Reskrimsus Polda Sumbar Kombespol Margiyanta SIK,SH

PILARBANGSANEWS.COM. PADANG,-– AWI (68) bos pemilik Toko Besi Sumber Baru Padang, kini diamankan dalam tahanan Polda Sumbar, Provinsi Sumatera Barat, karena perbuatannya diduga telah memperdagangkan besi baja tulangan beton polos yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar, Kombespol Margiyanta S.IK SH kepada Pilarbangsanews.com, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan AWI.

Beberapa bulan yang lalu AWI oleh Polda Sumbar telah ditetapkan sebagai tersangka, namun walupun saat itu status yang bersangkutan telah jadi tersangka, tetapi pihak penyidik masih belum melakukan penahanan.

Alasan dulu belum atau tidak ditahan karena berbagai pertimbangan, diantarnya ketika itu yang bersangkutan pergi berobat ke Singapura.

Kini setelah AWI kembali ke Padang, kita lakukan penahan sebagai langkah antisipatif, pertama agar tidak melarikan diri atau berusaha menghilangkan barang bukti. Maka yang yang bersangkutan kita lakukan penahanan,” tambah Kombespol Margiyanta.

Seperti yang diberitakan media ini, AWI adalah seorang pedagang besar yang memasok kebutuhan material bangunan di Sumbar khususnya disektor besi. Dalam prakteknya tersangka diduga telah memperdagangkan besi yang tidak berstandar SNI.

Baca berita terkini klik disini;

Akibat Jual Besi Ka-we, Bos Toko Besi Sumber Baru Padang Jadi Tersangka 

Perbuatan tersangka itu akhirnya dilaporkan oleh seorang saksi pelapor yang merasa tertipu telah membeli besi yang tidak sadar SNI.

Dengan dasar laporan polisi nomor: LP/A/303/XI/2017/SPKT Polda Sumbar pada tanggal 29 November 2017 lalu, melalukan penyelidikan.

Diperiksa beberapa saksi saksi juga termasuk saksi terlapor. Setelah dikumpulkan bukti bukti dan bukti berupa hasil pemeriksaan laboratorium sampel besi yang ada di Gudang Jalan BY Pass Padang.

Dari hasil penyelidikan ditemui lebih dari dua alat bukti, terlapor akhirnya pada waktu itu proses penyelidikan kasus ke penyidikan sekaligus menetapkan AWI jadi tersangka.

“Atas perbuatannya tersangka AWI dijerat dengan Pasal 120 dan 53 UU nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, Pasal 113 dan 57 ayat (2) UU nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, Kemudian Pasal 62 ayat (1) dan 8 ayat (1) huruf a UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan dendan maksimal Rp.5.000.000.000. (lima milyar rupiah),” demikian Kombespol Margiyanta SH. (YY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *