.

PILARBANGSANEWS. COM. BATANG KAPEH,– Islam dan hijab tak dapat dipisahkan, karena menutup aurat merupakan perintah Allah kepada umatNya. Perintah itu dinukilkan Allah dalam salah satu ayat Al- Qur’an.

Terkait dengan pelaku teror bom bunuh diri yang baru baru ini terjadi ditanah air, diakui mereka terduga adalah pemeluk agama Islam.

Tapi kalau kita lihat foto yang beredar, terutama pelaku teror ibu 4 anak yang melakukan penyerangan di Gereja Surabaya itu kesehariannya memakai hijab biasa tidak bercadar.

Begitu juga sang suami berinisial DS itu dalam keseharian setidaknya kelihatan difoto itu memakai baju batik berwarna warni, tidak memakai baju gamis celana cingkrang.

Mereka secara ekonomi keluarga berada, malahan tinggal di komplek perumahan elite dengan harga Rp.1,3 s.d Rp. 1,5 Milyar/unit.

Terkait busana ini, juga telah banyak tulisan atau himbauan yang dilontarkan oleh para ulama ataupun tokoh tokoh nasional bahwa busana hijab gamis bagi wanita menutup aurat itu sunahtullah dan dicontohkan oleh keluarga Rasulullah sendiri.

Meskipun yang melakukan teror adalah umat Islam, namun janganlah kita justifikasi orang yang pakai hijab, baju gamis, celana Cikarang teroris galo kata wong kito Perlambang.

Untuk ini tak urung, Brigadir Jenderal Polisi Krishna Murti angkat bicara meminta netizen untuk tidak menilai sesuatu dari segi penampilannya saja.

Brigjen. Pol. Krishna Murti, S.IK., M.Si, yang kini menjabat Karomisinter Divhubinter Polri menulis di Instagramnya. Berikut ini tulisannya;

Saya mau kasih tahu semua warga masyarakat;

1. Wanita menutup aurat dg jilbab ataupun bercadar itu adalah pilihan berdasarkan keyakian masing2.. Jadi jangan kalian cap mereka dg label tidak baik. Menutup aurat adalah kewajiban yang diajarkan nabi..

2. Laki2 yang berjenggot adalah Sunnah Rasul. Jangan kalian label mereka dengan hal2 tidak baik.. Semua kembali kepada keyakinan masing2..

3. Laki2 bercelana diatas mata kaki, bukanlah identik dengan kaum radikal. Dalam Islam kita diajarkan untuk tidak menggunakan celana yang menyapu lantai. Dalam Shalat kita diajarkan untuk menaikan celana diatas mata kaki agar diterima Shalat kita..

4. Jangan label orang karena penampilan. Dan jangan juga menyembunyikan kejahatan dengan penampilan..

Baca: Pelawak Srimulat Gogon Meninggal Dunia

5. Banyak pelaku kejahatan bersembunyi dibalik pakaian bagus, dibalik batik, dibalik jas, dibalik seragam, dibalik perilaku manis..

6. Kita perang terhadap kejahatan, bukan perang terhadap manusia.. .

Semoga ini mencerahkan dan menghindarkan kita dari syak wasangka satu sama lain.. (Nofsan)

By Pilar