.

SURABAYA – Rentetan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur membuat tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti teror terus bergerak mencari terduga teroris yang masih tersisa. Tadi malam, Rabu (16/5), sekira pukul 19.45 WIB, Densus 88 Anti Teror menggerebek sebuah rumah di perumahan Sumber Taman Indah, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Hingga malam tadi, Tim Densus 88 bersama Polresta Probolinggo masih melakukan penggeledahan di Rumah yang berada di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur .

Garis polisi di pasang pada radius seratus meter dari TKP. Semua Awak media dilarang terlalu dekat karena alasan sterilisasi. Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Polresta Probolinggo.

“Kami sangat terkejut dan tidak tahu ada apa, tadi sekitar setengah sepuluh malam, banyak polisi datang, dan memeriksa rumah di sana itu,” kata salah seorang warga, Mustofa.

Sementara itu, sejak Minggu (13/5) hingga Rabu (16/5), Densus 88 telah memgamankan 18 orang. Dari 18 orang itu, 14 merupakan terduga teroris, tiga saksi, dan seorang anak. Para terduga teroris itu diamankan di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Kabupaten Malang. Densus 88 melakukan operasi besar-besaran, termasuk menembak mati enam terduga teroris.

Adapun data terduga teroris yang ditangkap Densus tersebut adalah sebagai berikut:

1. RAS (36) ditangkap di Surabaya
2. AM (29) ditangkap di Surabaya
3. MF (35) ditangkap di Surabaya
4. BA (29) ditangkap di Surabaya
5. AW (49) ditangkap di Sidoarjo
6. DM (34) ditangkap di Sidoarjo
7. BR (38) ditangkap di Sidoarjo
8. AK (53) ditangkap di Pandaan Pasuruan
9. KR (42) ditangkap di Malang
10. WM (42) ditangkap di Malang
11. SC (29) ditangkap di Pasuruan
12. SA alias AU (35) ditangkap di Malang.
13. EL (40) ditangkap di Surabaya
14. SU (34) ditangkap di Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan soal US yang merupakaan Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur. Dia ditangkap di Malang.

Pemerintah melalui wakil presiden Jusuf Kalla menekankan bahwa masyarakat harus menjadi mata dan telinga pemerintah dalam menumpas teroris dari bumi Indonesia. (*/rijal islamy)

By Pilar