Agama

Calon Wakil Walikota Padang Desri Ayunda Menulis Tentang “Hikmah Ramadhan” (2)

.

Oleh; DESRI AYUNDA

Tantangan dan godaan puasa pada saat ini agaknya jauh lebih berat dibandingkan dengan belasan dan mungkin juga puluhan tahun lalu. Zaman telah berubah dengan cepat. Kini, era gadget di tangan, komunikasi yang serba cepat, memungkinkan semua godaan datang bisa merusak kualitas puasa.

Sekadar misal, ada yang iseng, di tengah hari panas terik, dikirimnya ke Whatsapps Groups (WAG) dan ke layar Facebook gambar es campur dengan gelas yang berembun. Menandakan dingin dan imajinasi kita langsung terasa; begitu segar bila diminum. WAG pun heboh, begitu pula media sosial. Macam-macam komentar. Tak sampai di situ, foto tadi juga kembali dikirimnya ke WAG. Begitu terus menerus.

Itulah satu bentuk godaan yang datang ketika puasa. Bagi yang kuat iman, hal semacam itu tidak seberapa. Apalagi harus membatalkan puasa. Namun godaan untuk berkomentar, mungkin marah, memaki, bisa jadi tidak bisa dikendalikan. Inilah yang akan mengganggu kualitas puasa. Puasa bukan hanya menahan haus dan lapar semata. Juga mengendalikan emosi.

Hal yang paling mudah, selain godaan berkomentar di WAG dan Media Sosial, juga perkataan yang bermuatan dusta. Kadang sepele tetapi itu tetap saja memiliki nilai kebohongan. Bukankah puasa juga membangun sifat jujur? Karena itu kita memang harus memelihara sebaik-baik mungkin ibadah puasa.

Puasa adalah tameng, apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata kotor dan janganlah bertengkar dengan mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti, maka katakanlah,”saya sedang berpuasa.”

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.

Peringatan-peringatan serupa ini tidak bisa diabaikan bila hendak melatih diri menjadi lebih baik. Setiap tindakan mesti memiliki makna ibadah, tidak iseng, agar hasil dari perjuangan satu bulan ini mendapatkan hasil yang maksimal.
Selamat menunaikan ibadah puasa. Jauhi share yang tak penting, membuat kualitas ibadah puasa bisa rusak dan kita tak mendapatkan apa-apa, kecuali rasa haus dan lapar. Salam. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *