.

Pilarbangsanews.com, Medan,- Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw melakukan Silaturahmi dengan senat Rektor USU Medan, di ruangan Rektorat USU, Senin (21/5).

Sesampai di kampus USU Kapolda disambut oleh Rektor Universitas Sumatera, Prof. Runtung sitepu S.H, M.Hum, Wakil Rektor l, Prof. Dr. Rosnayati, MS, Wakil Rektor ll, Prof. Dr. Fidel G. Siregar, Wakil Rektor lll, Drs. Mahyuddin Nst, Phd, Wakil Rektor lV, Prof. Dr. Ir. Bustami, Syam, Wakil Rektor V, Ir, Luhut Sihombing, MP dan Para Sekretaris Rektor dan para staff Rektor Universitas Sumatera Utara.

Sementara dari Kapolda Sumut didampingi Dir Intel Polda Sumut, Dir Krimsus Polda Sumut, Dir Pam Obvit Polda Sumut, Kabid Humas Polda Sumut dan Koorspripim Polda Sumut.

Pada kesempatan itu juga membahas permasalahan terkini karena ada salah seorang Dosen USU yang menulis ujaran kebencian di media sosial.

Rektor USU, Prof. Runtung sitepu S.H, M.Hum, mengucapkan terimakasih dan selamat datang kepada Kapolda Sumut atas kedatangan ke kampus USU. “Kami sangat senang karena kedatangannya untuk bersilaturahmi ke Universitas Sumatera Utara. Hubungan antara USU dan Kepolisian dalam hal ini Polda Sumut sudah lama terjalin dan sangat akrab serta saling bekerjasama,” ujar Runtung.

Runtung juga mengucapakan terimakasih kepada personil Polda Sumut yang telah memberikan bantuan kepada pihak USU memberikan pengamanan kelapa sawit USU yg ada di belakang.

” Saya mendukung seluruh proses pihak Kepolisian terkait dosen USU yang telah melakukan ujaran kebencian di media sosial. Untuk sementara agar ibu dosen fokus menghadapi proses hukumnya akan kami berikan izin,” tambahnya.

Menurut Rektor, pihaknya saat ini secara terus menerus melakukan sosialisasi tentang mencegah dan antisipasi masuknya kelompok-kelompok radikal di kalangan kampus USU, dan juga mensosialisasikan antisipasi bahaya berita2 Hoax ujaran kebencian kepada para dosen.

Kapolda Sumut Irjenpol Paulus Waterpauw penangkapan terhadap ibu dosen HDL setelah adanya laporan masuk bahwa ibu dosen HDL menulis ujaran kebencian di media sosial, pada tgl 12-13 Mei 2018, adanya pihak yang melapor kepada kami dan memperoses tindak lanjut permasalahan ini.

Atas perbuatan tersebut yang bersangkutan terjerat Pasal 28 ayat 2 jo pasal 45A ayat 2 UU RI No. 19 th 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 th 2008 ttg ITE kita harus memahami status hukum, dan yang memutuskan permasalahan nanti adalah hakim.

Kapolda menyatakan pihaknya memandang perlu untuk mengadakan pertemuan para mahasiswa untuk menyampaikan informasi ini agar mengerti permasalahan yang ada di Sumatera Utara. (Ezl)

By Pilar