.

Pilarbangsanews.com, Asahan,- Jangan coba coba nampar anak, meski anak kandung, jika tamparan itu membekas diluar kewajaran anda akan terjerat UU Perlindungan anak seperti yang dialami S alias K.

S alias K warga Dusun IX Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan ini, menampar anaknya karena sianak ikut dia disuruh pulang tak mau. Merasa kesal lalu S alias K menghajar anaknya dengan sebuah tamparan.

Anak yang ditamparnya itu belum cukup 5 tahun, baru 4 tahunan. Warga yang menyaksikan saat S alias K menampar anaknya merasa perihatin kepada si anak.

Tak tahan melihat kondisi si anak dengan luka mengeluarkan darah di bagian bibir dan bengkak, warga melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.

Demi tegaknya UU Perlindungan terhadap anak, polisi langsung merespon laporan itu, sehingga orang tua yang ringan tangan ini akhirnya ditangkap oleh polisi.

Kapolres Asahan AKBP YEMI MANDAGI, SIK di dampingi Kasat Reskrim, Kasubbag Humas bersama Kanit PPA kepada wartawan memaparkan kronologis peristiwa itu dalam jumpa pers Rabu (23/5).

Tersangka S alias K yang berumur 31 Thn itu, kini terpaksa ditahan oleh pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pasal yang dipersangkakan kepada ayah kandung yang ringan tangan ini adalah Psl 80 (1) jo psl 76 c UU RI No. 35 thn 2014 tentang Perubahan UU No. 23 tentang perlindungan anak psl 351 (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman 3 thn 6 bln ditambah sepertiga karena pelakunya orang tua kandung.(Ezl)

By Pilar