.

PILARBANGSANEWS. COM. SIJUNJUNG,- Setelah menjalani pemeriksaan selama 12 jam langsung dilakukan personal Densus 88 di Mapolres Sijunjung, ternyata FH yang sebelumnya diduga seorang teroris yang membawa bahan peledak, hanyalah simpatisan ISIS.

Kapolres Sijunjung, AKBP Haji Imran Amir,SIK, MH kepada Pilarbangsanews.com, Rabu (23/5) mengatakan yang bersangkutan warga beralamat Kp. Mampangan Rt/Rw 004/009 Kemirimuka Besi Kota Depok Provinsi Jawa Barat hanya simpatisan ISIS.

FH di Sijunjung baru nyampe kemeren, setelah melalukan perjalanan dengan sepeda motor dari Depok 12 Mei yang lalu.

Tidak ada alamat yang dituju dalam perjalanannya, tapi FH hanya singgah dari masjid ke masjid yang berada pada jalan yamg dilintasinya

“Di masjid yang dia singgahi, FH mengaku melakukan samacam dakwah terkait dengan ISIS, karena yang bersangkutan mamamg simpatisan ISIS,” kata Kapolres.

Seperti yang dilansir beberapa media Online, FH dulu pernah sempat berurusan dengan Densus 88 pada tahun 2014 karena sempat mengibarkan bendera ISIS.

Kapolres menyebutkan bahwa penangkapan terhadap FH dilakukan setelah beredar info yang sempat viral di Medsos.

Setelah petugas mendapat informasi dari warga saat FH berada di bengkel Pasar Jumat, di Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung. Saat itu bersangkutan sedang memperbaiki sepeda motor.
Lalu anggota Polres Sijunjung meluncur ke Bengkel itu dan langsung mengamankan PH.

Pemeriksaan dan introgasi selama 12 jam itu dilakukan 2 orang anggota Densus 88 yang sengaja datang ke Sijunjung pada pukul 23.00 WIB. Sebelum Densus 88 melakukan pemeriksaan pihak Polres Sijunjung pun telah melakukan introgasi.

Karena yang bersangkutan hanya simpatisan dan tidak ada perbuatannya atau barang bukti yang dapat digunakan untuk manjadikan FB sebagai tersangka teroris, tentu polisi tak bisa menahan dan memproses lebih lanjut.

Baca berita terkait klik disini;

Seorang Terduga Teroris Diamankan Polisi Di Sijunjung

Saat ini tindakan yang diambil adalah mengembalikan FH ke kampungnya di Depok. (YY/rjl)

By Pilar