.

PILARBANGSANEWS. COM. PADANG,+-Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018 tinggal menghitung hari. Di Kota Padang sendiri ada dua pasang calon yang akan berlaga dan masing-masing memiliki basis dukungan yang kuat.

Warga kota pun agaknya sudah mulai menentukan pilihan. Apatah lagi, pasca debat publik yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, terlihat jelas kualitas atau isi kepala masing-masing kandidat.

Haris Tj misalnya. Warga Kurao Kapalo Banda ini mengaku menjatuhkan pilihan kepada pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda.

Pasalnya, kata Haris, pada saat debat publik yang digelar KPU Kota Padang, sangat terlihat kualitas pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda.

“Saya menilai mereka menguasai persoalan. Pokoknya, kepala mereka berisilah. Makanya saya yakin, mereka lah yang pas untuk memimpin kota ini,” cakapnya kepada wartawan media ini, Jumat, 25 Mei 2018.

Di mata Haris, Emzalmi dan Desri Ayunda merupakan sosok yang santun, cerdas dan amanah, disamping berkualitas. Emzalmi dan Desri pun seakan tiada sekat dengan rakyat.

“Mereka cerdas, berkualitas, santun, amanah, menguasai persoalan dan dekat dengan semua kalangan. Seorang pemimpin itu milik semua golongan dan lapisan masyarakat. Itu hanya dimiliki paslon Emzalmi dan Desri Ayunda,” pungkas Sekretaris Umum Pemuda P3K2BS.

Haris menilai, Emzalmi dan Desri Ayunda memiliki program kerakyatan. Program tersebut diyakini Haris akan mempu mengentaskan kemiskinan di kota ini.

“Saya yakin, jika terpilih, Emzalmi dan Desri akan membawa keberkahan, khususnya bagi keluarga kurang mampu yang dapat mendorong meningkatnya perekonomian masyarakat. Disamping membawa perubahan untuk Kota Padang yang lebih maju dan religius,” terangnya.

Alasan Haris lainnya menjatuhkan pilihan kepada Emzalmi dan Desri adalah paslon ini asli putra daerah Minangkabau, yaitu Kota Padang.

“Untuk itu, kalau alah ado urang awak, mango juo urang lain nan dipilih. Bodoh pulo dari cacing namo e tu. Apo lai urang awak tu bakualitas pulo dari urang lain tu,” tukuk Haris dalam bahasa Minang yang kental mengakhiri pembicaraan. (ZAM)

By Pilar