PILARBANGSANEWS. COM. BUKITTINGGI,-– Bukittinggi sebagai kota wisata yang islami tentunya tak satupun ada yang berani melakukan tindakan atau hal hal yang akan merusak predikat islami itu.

Segala sesuatu yang berpotensi merusak sebutan bagi “Bukittinggi Kota Wisata Islami” cepat diantisipasi oleh Polres Bukittinggi sehingga potensi itu tak menjadi persoalan yang bakal merusak keinginan warga Kota Bukittinggi menjadikan kota mereka sebagai kota wisata islami.

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana SH MH, sehabis tarawih malam tadi Jum’at (25/5) mengupulkan Kabag dan beberapa orang kasatnya untuk melakukan oparasi penertiban di beberapa titik, salah satunya kedai tuak di Pasar Bawah Kota Bukittinggi.

Kapolres telah sering dilapori masyarakat bahwa di pasar itu ada kegiatan malam yang menyediakan wanita sebagai pelayan minum tuak.

“Kita ingin Bukittinggi ini bebas dan aman dari segala bentuk maksiat, itu program Pemda yang didukung oleh semua lapisan masayarakat, dan Polisi harus dapat mewujudkannya,” ujar Kapolres yang suka melakukan safari Subuh seorang diri, dari mesjid ke masjid di kota Bukittinggi ini.

Sementara Operasi dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bukittinggi Kompol Y Eko Sulistyo, SH dan didampingi oleh Kasat Reskrim AKP R. Rahmat Natun, SH, Kasat Sabhara AKP Jefri Afridan, SH, MH, Kasat Narkoba AKP Efriandi Aziz SH serta Kasat Intelkam IPTU Boby Sandra, SH dengan melibatkan 25 orang anggota termasuk polisi wanita.

Dalam operasi yang dipimpin Kabag Ops Kompol Y Eko Sulistyo, SH dibeberapa tempat terjaring 20 orang, 9 orang diantaranya wanita yang diduga sebagai pelayan kedai minuman tuak.

Mereka dibawa ke mapolres untuk didata identitas mereka. Bagi para wanita setelah didata mereka membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka yaitu keluar malam dan menjadi pelayan di kedai minuman tuak.

Setelah itu mereka diserahkan kepada Pol PP untuk ditindaklanjuti dengan memanggil keluarga masing masing menjemput mereka, sebab bekerja malam bagi seorang wanita apalagi ditempat minum tuak ini jelas memalukan pihak keluarga. Tuak adalah minuman yang dapat memabukkan bagi penegak nya dan pintu kemaksiatan ditempat itu jelas terbuka lebar.

Sementara terhadap pemilik kedai akan dikenakan pasal tipiring (tindakan pidana ringan) agar ada efek jera untuk tidak mengelar dagangannya dibulan Ramadhan ini . (YY)

By Pilar