.

Lebaran
Berhari raya
Berbaju baru
Berkasut baru
Semuanya baru
Tapi terkadang hati kita tetap celaru
Tak tahu apa makna fitri yang hakiki
Bagaimana mencontoh Sang Nabi yang mampu membuat hatinya benar-benar bersih, tanpa ada benci sedikit pun pada semuanya, walau orang lain itu beda keyakinan

Sekarang apakah ia, diri kita menemukannya?
Sangat jauh kan dari fitri yang sebenarnya
Tapi dengan bangga kita membela diri ” aku manusia biasa bukan Nabi, jadi tak mampulah berbuat seperti itu ” padahal jejas sekali kata-kata Nabi; barang siapa yang mengerjakan seperti aku kerjakan, pasti merasakan seperti yang aku rasakan

Jadi apa sebenarnya diri kita ini? Yang selalunya bicara ayat-ayat Tuhan tapi tak menemukan hakikatnya

Aku yang juga terkapar sepi dalam tanyaku

Cermin besar
Madura
180715

Catatan:
Fitrah Fitri Kaidahnya Suci
Manusia yang mencapai hakikat Insan Kamil
( Manusianya Manusia )

By Pilar