Coba lihat foto ini baik baik.., Jika anda melihat foto diatas dikirim lewat WhatsApp atau diposting di FB, lalu anda membaca caption seperti ditulis dibawah ini (silahkan baca dulu)

Saudara2 ku…
Bagan Besar dimana ea..?Di Bagan Siapi-api kaah?

Kemaren sore polisi menemukan ada 6 orang anak yang dikemas didalam kardus yang ditaruh didalam truk pengangkut Ayam.. Kardus anak ini diletakkan diantara kotak2 ayam.
3 diantaranya sudah tidak bisa bersuara karena telah disuntik bius.
Menurut berita anak-anak ini akan dikirim ke Thailand untuk diambil / dijual organ tubuhnya .

Himbauan kepada orang tua agar dapat mengontrol putra putrinya jangan sampai lengah….

Foto itu saya ambil di laman Facebook, diposting 10 jam yang lalu saat saya lihat dan baca postingannya.

Bagaimana komentar anda dengan foto dan tulisan yang menerangkan kejadian di foto itu? Maksudmya apakah anda percaya?

Bagi yang menjawabnya percaya dengan kejadian itu, berarti anda adalah orang yang mudah dipengaruhi, mudah dimasuki ajaran ajaran sesat ke diri Anda. Maaf kalau saya katakan Anda berbakat jadi teroris, sebab sedikit saja sesuatu diinformasikan kepada anda, Anda cepat percaya.

Kalau saya Anda tanya, apakah saya percaya atau tidak?

Saya jawab ragu ragu, antara percaya dan tidak. Tapi untunglah yang memosting foto itu menyebutkan lokasinya, katanya, di Bagan Siapi-api.

Malam tadi, begitu selesai melihat foto dan membaca caption-nya, langsung saya screnshot..

Dan paginya sehabis sahur saya kirim ke aplikasi WhatsApp Bapak Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto.

Pak Sun… Apakah ini benar ceritanya?

Dijawab oleh Pak Kabid Polda Riau AKBP Sunarto bahwa itu adalah berita HOAX.

Saya dan Kabid Humas Polda Riau ini belum pernah ketemu, kenal pun hanya lewat WhatsApp, entah kebiasan atau gimana, AKBP Sunarto membalas pesan WhatsApp saya hanya pendek pendek.

Pertanyaan saya panjang tapi dijawabnya pendek.

“Trus saya tanya lagi beliau, itu orang mana itu pak? Apa tujuan memposting hal semacam itu?”
Dua macam pertanyaan saya ini tak segera di jawab oleh AKBP Sunarto.

Saya lanjutkan lagi menulis pesan kepada Pak Sunarto ” di Malaysia juga ada beredar berita ini digrup grup WhatsApp.

Beberapa saat kemudian baru dia jawab oleh AKBP Sunarto.

“Makin memperjelas kabar hoaxnya,” tulis AKBP Sunarto membalas.

“Maksudnya?” tanya saya kurang paham dengan jawaban AKBP Sunarto ini.

Pertanyaan saya belum dijawab saya kembali menulis pesan ke pak Sun dengan kalimat bertanya; “Himbauan bapak terhadap postingan seperti ini?”

Pesan itu sudah saya kirim beberapa menit yang lalu, namun belum dijawab oleh Kabid Humas Polda Riau ini.

Karena belum dijawab saya tulis wawancara saya bersama Humas Polda Riau ini tidak dalam bentuk berita news sesuai dengan aturan penulisan berita jurnalistik tapi tulisan saya memakai style tulisan biasa. Yang penting Anda paham dan ini salah satu cara kami media siber Pilarbangsanews. com melawan sebuah berita Hoax.

Berita hoax yang diunggah diatas dampaknya terhadap Kamtibmas tak begitu mempengaruhi, dan juga tidak menjelekkan pejabat negara, malah mengingatkan orang tua supaya tidak lengah dan selalu mengontrol anaknya. maka nya dibiarkan saja oleh cybercrime. (Yuharzi Yunus)

By Pilar