PILARBANGSANEWS. COM. BATANG KAPEH,– Jika anda tidak merasa mual melihat foto diatas stop bacanya. Cukup..!

Tulisan ini saya persembahkan hanya bagi mereka yang merasa tidak enak badan melihat foto diatas.

Sebelumnya, saya informasi kan dulu bagi pembaca yang tidak mengenal bapak pakai sorban menunduk hormat dihadapannya Presiden Jokowi, beliau adalah seorang politisi Partai Golkar bernama Ali Mochtar Ngabalin .

Dulu saat kampanye pemilihan presiden, Partai Golkar mendukung Prabowo Subianto, Ali Mukhtar Ngabalin yang berasal dari Partai Golkar ikut berkampanye untuk kemenangan Prabowo, bahkan saat debat ataupun acara wawancara di telivisi televisi, Ali Mukhtar Ngabalin berusaha bagaimana agar masyarakat memilih pribowo, sehingga beliau tak segan segan meremehkan/merendahkan kemampuan dan keunggulan Jokowi.

Ya itu biasalah terjadi disaat saat kampanye, bagaimana calon pemilih bisa yakin bahwa calon yang diusung dapat meraih suara pemilih sebanyak-banyaknya dengan harapan keluar sebagai pemenang dalam pemilu. Anda tentu ingat bukan?

Kini…, foto diatas, beberapa waktu belakangan viral beredar didunia maya. Berbagai tanggapan muncul ketika melihat gestur Ali Mukhtar Ngabalin berhadapan dengan Presiden Jokowi. Kepalanya menunduk takzim, sebagai ekspresi menghormati orang yang dihadapi.

Meski tidak semua, tapi banyak diantara kita yang masih melecehkan kemampuan Jokowi memimpin bangsa ini, ada yang mengatakan Jokowi sebagai presiden boneka, presiden petugas partai, presiden penumpuk hutang luar negeri terbanyak, ada yang mengatakan Jokowi sebagai Presiden yang tidak punya gezah diantara pemimpin dunia internasional.

Meskipun begitu untuk saat ini, suka tidak suka, yang jelas dia adalah presiden RI.

Sejalan dengan munculnya aksi #Ganti Presiden 2019, ditingkat elit partai Jokowi masih mendominasi dukungan, beberapa partai yang dulunya pada pilpres tidak mendukung Jokowi kini malah jauh jauh hari sebelum masa jabatan Presiden berakhir, beberapa partai tersebut telah menyatakan dukungan pada Jokowi Tetap Jadi Presiden di Pilpres 2019.

Kembali kita ke politisi Ali Mukhtar Ngabalin yang pembaca lihat di foto itu, diantara anda mungkin ada yang merasa mual melihat cara Ngabalin ketika di istana berhadapan dengan Jokowi seperti yang dapat dilihat dalam foro diatas.

Jika memang pembaca ada yang merasa mual berarti anda adalah seorang pencemburu politik.

Ingat bahwa dalam dunia politik tidak ada lawan yang abadi, yang abadi adalah kepentingan. Disini kata kepentingan kita ganti dengan sebutan jabatan dan uang.

Di negara manapun kebiasaan itu berlaku, contoh dekat di Malaysia, DR. Mahathir Mohamad, PM Malaysia yang baru terpilih, sebelumnya kita tahu bahwa Anwar Ibrahim anak mas Mahathir dijebloskan ke penjara. Sampai bertahun-tahun lamanya. Kini mereka rujuk kembali, Anwar Ibrahim pun pada akhirnya dibebaskan dari penjara sebelum masa hukuman berakhir.

Kini…, Jokowi memasukkan Ali Mukhtar Ngabalin sebagai salah seorang anggota KSP ( Kantor Staf Presiden) muncul berbagai komentar pedas untuk Jokowi maupun Ali Mukhtar Ngabalin.

Komentar komentar pedas tersebut juga merupakan hak dari warga masyarakat yang dijamin kebebasannya oleh UU untuk menyampaikan pendapat.

Jika kita punya hak untuk memberikan pendapat, tentu Ali Mukhtar Ngabalin dia punya hak yang sama dengan kita untuk bergabung kemana dia suka agar mendapat kesempatan untuk menerima jabatan dan uang dari jabatan yang diberikan kepadanya.

Jika kita bisa melihat dari sudut pandang seperti yang saya sebutkan diatas berarti kita telah belajar untuk mengurangi sifat pencemburu politik yang ada diantara kita…

Sekarang tolong pahami dulu tulisan saya ini, Anda sudah paham? Jika sudah saya ingin bertanya, setelah anda pahami apakah kemudian rasa tidak enak Anda melihat foto diatas berkurang?

Jika berkurang, saya pastikan anda sesungguhnya memiliki bakat sebagai seorang politisi..

Hehehehhe. (YY)

By Pilar