PILARBANGSANEWS. COM. JAKARTA,–

Menteri Sosial RI, Idrus Marham menyampaikan pesan kebangsaan di tengah-tengah perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang hadir dalam acara buka puasa bersama yang bertempat di Rumah Jabatan Menteri Sosial Jln. Widya Chandra, Jakarta Selatan (Selasa, 5/6/2018).

Menurutnya, demokrasi yang hakiki dalam mempersiapkan pemimpin muda kedepan adalah bagaimana proses persaingan konseptual untuk mencapai posisi. Dengan demikian, demokrasi akan melahirkan kepemimpinan yang produktif.

Pertama, yang merusak adalah patron yang terlalu banyak. Dimana patron masing-masing punya peliharaan. Sehingga potensi merusak sangat tinggi.

Kedua, perlu juga dipahami bahwa yang merusak perkaderan di organisasi kepemudaan adalah adanya kader kutu loncat dan loncat yang terlalu jauh. Mestinya kader yang baik adalah kader yang mengikuti seluruh jenjang yang ada.

Ketiga, kader yang akan merusak persaingan adalah kader yang selalu bersembunyi dibalik patron. Karena kebanyakan patron hanya mengandalkan kedekatan, bukan prestasi dan kemampuan individu seseorang.

Saya mengapresiasi usaha yang dilakukan Idrus Marham dengan mengumpulkan para pemuda perwakilan OKP ditengah krisis kebangsaan yang sering gaduh. Kegaduhan muncul akibat sistem yang tidak di jalankan dengan baik.

Dalam sistem kepemimpinan, rekruitmen dan perkaderan harus sejalan untuk melahirkan kepemimpinan yang produktif. Bagaimana mungkin menciptakan persatuan jika rekruitmen dan perkaderan tidak berjalan dengan baik. (Dyt)

By Pilar