PILARBANGSANEWS.COM. BATANG KAPEH,– Ada satu rombongan pengunjung destinasi Pariwisata Carocok Painan beranggotakan 7 orang mengaku datang dari Pekanbaru, merasa kurang nyaman karena menemukan aksi tukang pakuak diduga dilakukan oleh beberapa orang oknum. Aksi ini jika dibiarkan terus berlanjut, diyakini akan dapat mencederai kenyamanan diobjek wisata kebanggaan masayarakat Painan khususnya dan masyarakat Pesisir Selatan itu umumnya.

Praktek mamakuak yang dimaksud, menaikkan harga tarif motor boat, kalau dengan menggunakan boat resmi dan naik dari pulau Batu Kareta ke Pulau Cingkuak bayarnya cuma Rp 20.000/PP/orang, oleh mereka yang mengambil penumpang di Darmaga TPI, diminta Rp 40.000/ PP/ orang.

“Tidak hanya sampai disitu, saat pulangpun kami tidak dijemput, akhirnya kami terpaksa harus nambah bayar lagi,” kata salah seorang pengunjung dari kota Pekanbaru yang merasa kecewa menemukan pengalaman yang tidak nyaman saat mengunjungi destinasi wisata Carocok Painan.

Pengunjung dari Pekanbaru ini segan disebutkan namanya dalam berita ini, dia menambahkan, selain merasa kecewa kami tak akan datang lagi mengunjungi Painan.

“Saya kesal saya ditipu seperti ini, lebih baik mereka minta, akan saya kasih malah lebih dari tarif,” keluhnya..

Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Fery Herlambang SIK MH, lewat grup WhatsApp FKP (Forum Komunikasi Perantau- Pessel) menulis, bahwa peristiwa seperti dikeluhkan warga dari Kota Pekanbaru pernah terjadi baru baru ini di Carocok Painan.

“Jika ada pengunjung yang datang ke destinasi wisata Pesisir Selatan mendapat perlakuan yang tidak nyaman harap segera laporkan ke saya,” katanya.

Menurut kapolres, pengunjung yang menemukan aksi main pakuak itu, mereka yang menggunakan motor boat naik dari Darmaga TPI, tidak yang naik di darmaga khsusus yang berada di pulau Batu Kereta.

Siapa mereka? Berdasarkan informasi yang diperoleh mereka adalah beberapa oknum masyarakat yang tidak bergabung dalam persatuan armada boat penyebarangan Batu Kareta-Pulau Cingkuak.

Kapolres Pesisir Selatan telah mencoba menertibkan persoalan darmaga motor boat penyebarangan dengan cara tidak membenarkan ada pangkalan dermaga lain selain yang ada di Batu Kerata.

“Tapi rupanya mereka tetap melalukan aksi, tentu saya tidak bisa membiarkan mereka
Kita akan tertibkan lagi agar tidak ada lagi pengunjung yang merasa terkecuh saat berada di Painan,” tutupnya. (YY),–

By Pilar