PILARBANGSANEWS. COM. BATANG KAPEH,–

27 Juli 2018 nanti, ada …. dua Pasang. Satu pasang, nantinya akan jadi pemenang. Dalam bahasa kampung saya (di Batang Kapeh), Pilkada itu identik dengan mencari “pawang” dan “pengapit pawang” kapal bagan yang akan mengharungi lautan. Kita ada dalam kapal itu. Kemudi ataupun citra kapal, dipegang pasangan yang menang.

27 Juli 2018, hanya ada dua Pasang. Mereka manusia unggul. Kalau tak unggul, menalah mungkin mereka yang terpilih. Hanya orang terpilihlah yang diunggulkan. Suka atau tidak suka. Sepakat ataupun tak.

Di satu sisi, kami punya Calon yang ingin kami pilih (sayangnya kami bukan warga kota Padang yang tidak punya hak pilih, karena bukan warga domisili). Mata kami berbinar terang melihat kala mereka bicara, berdiri ataupun menyunggingkan senyum. Tapi patutkah mereka kami puji julang setinggi langit, “membabi-buta” luar biasa, padahal mereka itu politisi, yang juga bisa saja “menipu” kesimpulan kami, yang riwayat kehidupan mereka minim kami ketahui, yang hari ini dianggap “malaikat” oleh orang yang menyukainya.

Dan kamipun punya calon lain yang tak akan kami pilih “andaikan kami memilih?”. Tapi, patutkah kami maki orang ini di depan publik ? Bukankah mereka juga punya seribu kebaikan sehingga banyak yang mengagumi dan mendukungnya ?

Kami sedang memilih diantara dua, sekali lagi “Andaikan kami memilih?”. Daripada kami sibuk memuji dan memaki, lebih baik kami minta diberikan kejernihan mata-hati kepada Allah, agar kami memilih yang paling banyak maslahatnya.

Semoga Emzalmi-Desri – serta Mahyeldi – Hendri Septa sehat selalu dan salah satunya pasti jadi Walikota Padang…

Pilkada itu pesta, mestinya
gembira kita menunggunya. Begitu selayaknya.

Oleh.Andra Usmanedi

By Pilar