PILARBANGSANEWS.COM. BATANG KAPEH PAINAN,-
Dua hari yang lalu di Facebook saya melihat beredar video aksi pembakaran oleh warga di Solok Selatan yang diposting oleh sesorang Facebooker.

Saya lihat waktu vidio itu diunggah oleh teman Facebooker 5 jam yang lewat pada saat saya melihat Vidio tersebut hari Senin (18/6). Langsung saya inbox sipengunggah, menanyakan kapan kejadian. Namun inbox saya tidak dibalas sampai sekarang.

Siang tadi sekitar pukul 13.00 seusai Sholat Dzuhur, saya mendapat kiriman Vidio dari seorang teman wartawan di Jakarta lewat WhatsApp. Memang sebagai sesama pemimpin redaksi atau redaktur pelaksana media Online diantara kami selalu saling berbagi informasi, sebagai bahan berita dimedia masing masing.

Vidio yang dikirim teman saya itu persis sama dengan Vidio yang saya tonton di Facebook pada hari Senin (18/6).

Teman saya yang wartawan itu tidak menyebutkan bila kejadiannya. Cuma bersamaan foto itu ada pesan. Secara utuh saya copaskan. Silahkan dibaca;

Masyarakat Kab. Solok sudah tau sejak awal mei ada rombongan orang2 RRC dan org Tjhina dari jakarta di lokasi , setelah diselidiki ternyata masuk melalui oknum2 polri dan di fasilitasi kapolres.
Beberapa kali masyarakat mempertanyakan ke bupati dan camat setempat dan ternyata izin IUP usaha penambangannya sudah keluar lengkap, tapi dasar pemberian izinnya tidak ada AMDAL dan UKL UPL serta persetujuan Ulayat, Maka itu izin dimaksud adalah cacat hukum, serupa dgn cara2 reklamasi di DKI.

Beberapa tokoh ninik mamak dan pemuda langsung merangsek ke lokasi, sebelumnya 1 kapal warga masyarakat yang survey kelokasi di bakar oleh tangan Kapolresnya sendiri beserta beberapa anak buahnya…

Besoknya masyarakat beramai2 menyerbu ke lokasi namun dijaga ketat dengan senjata lengkap , masyarakat dan pemuda yang tidak gentar langsung menyiramkan solar dan bensin yang ada dilokasi dan beberapa camp serta mesin-mesin dompeng serta alat2 tambangnya dibakar warga masyarakat.

Usai membaca pesan yang ditulis miring diatas, saya balas pesan WhatsApp dengan sebuah pertanyaan; ini kejadiannya kapan?

“Gak tahu bang, saya dapat dari grup sebelah,” jawabnya kemudian.

Sebelum teman saya memberikan jawaban. Saya hubungi Kapolres Arosuka AKBP Feri Irawan SIK, M.Si.

“Pak Kapolres, Assalamualaikum WW.. Vidio itu kejadiannya dimana dan kapan?”

“Itu kejadiannya sudah lama lebih dari 6 tahun lalu, TKP-nya di Solok Selatan Uda, bukan diwilayah hukum saya,” ujar AKBP Feri yang selalu santun memanggil Uda ke saya.

Setelah mendapat jawaban dari Kapolres Arosuka saya hubungi Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto SIK, MH. Pertanyaan yang sama saya ajukan kepada Kapolres Solok Selatan ini menanyakan kapan kejadiannya.

Tak menunggu lama kemudian dijawab oleh Kapolres Imam pesan WhatsApp saya; “Sdh 7 tahun silam.”

“Apakah sudah ada menanyakan hal yang sama terkait Vidio tersebut ke pak Kapolres?”, tanya saya lagi.

“Hari Senin11 Juni 2018,” jawab Kapolres membenarkan diapun juga mendapat kiriman Vidio itu dan ditanyai oleh sesorang.

“Saat terima kiriman Video itu, apakah pak kapolres, awalnya kaget?” tanya saya.

“Alhamdulillah ngk kaget Da, krn hari itu saya baru cek pos PAM disana & bertemu masyarakat sekitar. Alloh sayang saya..,” jawab Imam yang juga memanggil saya dengan sapaan Uda. Sebagaimana diketahui AKBP Imam Yulisdianto SIK, MH belum cukup 3 bulan menjabat Kapolres di Solok Selatan.

Kenapa sampai Kapolres Solok Selatan menyebut Allah SWT sayang…,? Ini mungkin jawabnya, karena sebuah beban pshicologis bagi seorang Kapolres jika terjadi peristiwa besar didaerahnya. Bisa diberi sanksi.

Kesimpulan dari cerita ini, kita harus berhati-hati dalam membaca postingan teman kita di jejaring sosial, tidak semua postingan yang baru itu berita baru.

Perlu dikonfirmasi… Jika perlu jangan diberikan “LIKE” untuk postingan yang tidak jelas ini, agar si pengunggah foto atau video tak keranjingan memposting kabar yang telah lama terjadi.. (Yuharzi Yunus)

Ini keterangan kontra dari Vidio yanb diunggah..

By Pilar