Dharmasraya, Pilarbangsanews.com – Gemercik air sungai Batang Asam Jujuhan nan jernih, hutan yang masih asri, sayup-sayup sampai juga kicauan burung yang masih terdengar mendeskripsikan bahwa tempat ini masih natural dan saat ini sangat sulit dijumpai menjadi pelengkap yang maha sempurna dari pelaksanaan Bhakti Pertanian tahun 2018 yang diintegrasikan dengan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Tingkat Kabupaten Dharmasraya di nagari Sungai Limau kecamatan Asam Jujuhan.

Agenda yang dihelat selama tiga hari berturut-turut (12-14/9) tersebut diikuti oleh ratusan pegawai Dinas Pertanian dari unsur struktural dan pejabat fungsional lapangan seperti Balai Penyuluh Pertanian, UPTD dan Korlap Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) UPTD Rumah Potong Hewan serta UPTD Perbibitan tampak antusias walaupun harus menempuh jarak yang cukup jauh seakan terbayar saat sampai dilokasi yang sengaja disiapkan oleh walinagari Sungai Limau ini.

Setelah sukses tahun lalu di nagari Lubuk Karak kecamatan IX Koto, agenda yang dijadikan ajang tahunan Dinas Pertanian ini bertujuan untuk merekat tali silaturrahmi antar sesama pegawai baik yang bertugas di kantor maupun dilapangan melalui kegiatan olah raga dan seni serta permainan outbond dengan petualangan alamnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bungo provinsi Jambi ini juga dimaksudkan sebagai wahana sosialisasi program, penyerahan bantuan bibit tanaman kepada masyarakat, pelaksanaan bazaar murah, pembinaan dan penyuluhan kepada petani serta pencanangan ” Dharmasraya Bebas Rabies” melalui eliminasi anjing liar dan vaksinasi bagi hewan peliharaan masyarakat.

Animo masyarakat menyambut ajang yang sangat langka ini begitu tinggi, hal ini dibuktikan dengan “serbuan” kaum ibu-ibu yang rela antri ditengah teriknya matahari.

Betapa tidak, harga yang disubsidi ini jauh lebih murah dari pasaran. Minyak goreng kemasan dan gula pasir hanya ditebus Rp. 8.000,-/kg saja, telur Rp. 30.000,-/tray dan beras dengan kemasan 5 kg cukup ditebus seharga Rp. 30.000,- saja. Kegiatan bazaar murah mulai yang ditandai pengguntingan pita oleh Ny. Dewi Sutan Riska langsung diserbu oleh warga.

Sedangkan untuk pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT) di jorong Koto Tuo nagari Sungai Limau, KWT Melati diharapkan akan menjadi model bagi kecamatan Asam Jujuhan.

Momen ini terasa sangat spesial, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SE dan beberapa kepala Dinas juga menginap di tenda dan berbaur dengan peserta dan masyarakat serta berdiskusi dengan tokoh masyarakat dalam pembangunan kecamatan pemekaran ini kedepannya. Kedekatan antara Dinas Pertanian dan masyarakat tampak terlihat, dimana banyak warga yang mengantarkan bekal berupa nasi bungkus setiap malam ke tenda Dinas Pertanian. ” Hanya ini yang bisa kami berikan dan ucapan terima kasih tak terhingga kepada Dinas Pertanian atas dipilihnya kecamatan Asam Jujuhan pada Bhakti Pertanian tahun ini” tandas Muslim walinagari Sungai Limau dengan mantap.

” Untuk Bhakti Pertanian, kita memang sengaja memprioritaskan daerah-daerah pinggiran dan sifatnya bergilir. Kedepan, kegiatan seperti ini terus didorong dengan melibatkan semua perangkat daerah, sehingga masyarakat dapat pelayanan dari segala sisi” tandas Darisman, S.Si, MM.

Selanjutnya Kepala Dinas Pertanian ini mengharapkan bahwa bantuan bibit tanaman yang diserahkan dapat dikembangkan , program yang dicanangkan bisa dilanjutkan sehingga Bhakti Pertanian ini tidak hanya membekas dihati tapi berdampak pada kesinambungan pembangunan pertanian daerah setempat.(rjl/Dmc)

By Pilar