PILARBANGSANEWS. COM. Bagi kaum Muslimin sosok ulama adalah sosok yang sangat dihormati, ucapannya akan selalu didengar dan dipatuhi oleh umat.

Ulama sekaliber KH Ma’ruf Amin dikenal luas oleh umat, ucapan ucapan beliau menjadi suluh menerangi jalan bagi umatnya yang sedang menjalani kelamnya kehidupan spiritual didunia yang fana.

Apalagi kalau beliau sedang memberikan dakwah, tak akan ada yang berani memprotes materi Dakwah yang disampaikan, karena apa yang disampaikan itu ayat ayat Al-Quran yang tak diragukan lagi kebenarannya dan Al hadist. Beliau berdakwah benar benar mengindikasikan bahwa beliau pakar dibidang ilmu agama.

Namun sejak beliau menjadi Cawapres berpasangan dengan Jokowi, stateman yang beliau keluarkan dan menjadi bahan berita oleh media, kini menjadi bahan bullying bagi para heter. Seperti pernyataan beliau terkait dukungan dari Ijtima Ulama II pada kubu Prabowo-Sandi, bakal cawapres Ma’ruf Amin menilai, masih ada banyak ulama lain yang mendukung kubunya.

Misalnya, ada 400-an ulama yang mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-Ma’ruf Amin pada Sabtu (15/9), seperti yang ditulis oleh media Online Kumparan.com.

Di Media yang sama juga diberitakan bahwa Ma’ruf Tak Masalah Ijtima ke Prabowo: Yang Betulan Ulama Dukung Kami.

Pernyataan terkahir banyak mendapat bully-an dari para nitizen.

Akun Twitter dengan nama Omte Sl Ghuyubi ini komentarnya;


Kemudian Agung Hurairah berkomentar;

Mas Uuk membalas; Injih Yai, Aku bukan Ulama jadinya gak pilih Yai, tapi tetap hormat sama Yai, cocok ?

Apakah dengan membulli KH Ma’ruf Amin ? Umat Islam tidak lagi menghargai Ulamanya?

Ow…, jangan begitu cepat menarik konklusi dari sebuah narasi.

Mereka bukan tidak menghargai dan menghormati KH Ma’ruf Amin sebagai ulama, tapi yang mereka bulli adalah penyataan seseorang calon wakil presiden.

Jabatan wakil Presiden (termasuk Umara) adalah jabatan politis. Dalam dunia perpolitikan bullying atau main ledek-ledekin sudah menjadi tradisi yang halal berlaku.

Kalau kita tetap ingin dihormati sebagai Ulama tentu seorang ulama tidak akan mau menerjunkan diri ke dunia politik seperti yang pernah diakui oleh KH Zainuddin MZ, bahwa diri almarhum tidak akan mencampuri diri kedunia politik yang dihalalkan bertindak apa saja yang penting tujuan tercapai.

Ustad Abdul Somad pun ulama yang sedang naik daun, karena dakwahnya selalu ramai diikuti umat, tak ingin menerjun diri dalam dunia politik, beliau lebih memilih tetap.menjadi ustad atau pendakwah.

Lalu apakah salah bila seseorang ulama menerjunkan diri dalam dunia politik? Siapa bilang salah, semua kita pasti sepakat mengatakan boleh-boleh saja, asalkan bertelinga tebal mendengar apabila di-bully lawan politiknya.

KH Ma’ruf Amin pasti beliau sudah paham benar bahwa beliau akan menuai banyak bahan cemoohan. Tinggal bagaimana beliau menyikapi…. (Yuharzi Yunus)

By Pilar