PEKANBARU, PILARBANGSANEWS.COM,-– Ketua GP Ansor Wilayah Riau, Purwaji dikerumuni sejumlah massa usai keluar dari Balai LAM Riau. Massa yang terdiri dari tokoh dan perwakilan Ormas itu menolak acara Kirab Satu Negeri dan kedatangan Yaqut Cholil di Bumi Lancang Kuning.

Yaqut Cholil atau disapa Gus Yaqut itu sendiri ditolak sebab adanya tuduhan bahwa Ansor, terlibat atas dugaan persekusi Ustaz Abdul Somad (UAS) di Jawa. Menanggapi penolakan itu, Ketua GP Ansor Riau, Purwaji sebut pihaknya bisa memaklumi hal tersebut.

Hanya saja Purwaji sebut bahwa acara Kirab Satu Negeri memang inisiatif Gus Yaqut. Namun Yaqut Cholil tidak akan hadir di acara Siak, Riau. “Gus Yaqut tidak ada. Yang hadir Gus Fariz dari PP Buntet Cirebon,” kata Purwaji kepada Riau24.com. Sebagai informasi Gus Fariz yang bernama KH Fariz Elt Haque Fuad Hasyim adalah pengasuh pesantren Al-Arifah Buntet, Cirebon.

Hanya saja tentang apakah acara dibatalkan, Purwaji belum bisa pastikan. “Kami Permintaan (pembatalan) itu kami akan berembuk. Tadi kita sudah bertemu dengan kerabatan Kesultanan Siak, dilanjutkan dengan LAM Riau. Nanti kita juga akan jumpa LAM Siak. Supaya yang bengkok kita luruskan dulu. Kalau sudah kita klarifikasi dan tetap ditolak, akan kita sampaikan nanti,” katanya.

Purwaji jelaskan bahwa Kirab Satu Negeri itu agenda nasional dimulai 16 September dari Sabang berakhir di Yogyakarta 24 Oktober. “Itu pawai membawa bendera merah putih. Disetiap daerah ada acara sesuai ciri khas masing-masing. Untuk di Riau kita angkat simbol Kesultanan Siak. Diisi dengan zikir dan doa kepada ulama serta sultan. Kita ingin ingatkan Indonesia bahwa ada disini Sultan Syarif Kasim II yang berjuang bersama NKRI. Saya sudah sampaikan secara jujur ke LAM Riau tadi,” katanya.

Meski demikian penolakan sejumlah pihak masih berlanjut. Bahkan Husni Thamrin, Ketua FPI Pekanbaru menegaskan acara Kirab Satu Negeri harus batal, dan tanpa kompromi. “Intinya kita menolak. Kami minta acara tidak dilaksanakan,” katanya. (Riau24.com)

By Pilar