Sejarah Rumah Kudam, Rumah Raja Puti Bulian Dan Asal Usul Nagari Sungai Kambut

Oleh : Abuya Irfan Rahman ***

Rumah Kudam, itulah sebutan Rumah Raja yang ada di Nagari Sungai Kambut. Kudam atau Qudam diambil dari bahasa Arab yang artinya terdahulu. Karena rumah ini adalah rumah yang sudah ada sejak dulu yang dipindahkan ke Sungai Kambut dari Silombiak. Rumah Raja ini mempunyai sejarah panjang yang berkaitan dengan Kerajaan Jambu Lipo yang berada di Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung.

Perjalanan panjang yang dimulai oleh keluarga Raja Jambu Lipo untuk mencari saudaranya yang pergi merantau ke Jambi. Saudaranya itu bernama Puti Pinang Masak. Keluarga Raja memulai pencarian dengan menggunakan Rakit menyusuri arah hilir sungai. Negeri tempat singgah pertama adalah Sungai Lansek Terus ke Bukik Unduang-Unduang di Nagari Lubuk Karak dan berhenti di Durian Simpai. Tepatnya di Silombiak, Rombongan dari Kerajaan Jambu Lipo mendirikan Rumah Gadang dan hidup disana bebera waktu.
Perjalanan pun dilanjutkan. Namun ketika hendak menyeberangi Sungai Kilang. Kambut atau keranjang yang dibawa oleh Raja ketika itu terjatuh dan hanyut di sungai tersebut. Maka dinamakanlah Nagari itu dengan sebutan Sungai Kambut.

Kabar kehadiran dan keberadaan Keturunan Raja inipun terdengar oleh penduduk seberang. Yang pada akhirnya penduduk melalui pemangku adat meminta Keturunan Kerajaan untuk tinggal di negeri tersebut yang sudah diberi nama dengan Sungai Kambut.

Tawaran itupun disetujui, akhirnya rombongan itupun tinggal di Sungai Kambut hingga sekarang. Sungai Kambut tidaklah dipimpin oleh seorang Raja, karena Sungai Kambut adalah bukanlah kerajaan. Raja Sungai Kambut diberi Gelar dengan Puti Bulian karena dia seorang perempuan. Bulian maksudnya bukanlah “berlian” tetapi “diperbolehkan”. Diperbolehkan untuk menjadi Raja di Sungai Kambut. Di Rumah Kudam Puti Bulian dibuatkan Singgasana yang disebut dengan Anjuang Perak. Karena Rajanya perempuan, untuk mewakili urusan kerajaan dalam perundingan dan musyawarah, Puti Bulian dibantu oleh Saudaranya yang diberi Gelar Gindo Malano.

Sumber : Puti Bulian IV Ketika XPDC 1 Gonjong Rajo Di Dharmasraya.

***
Penulis Adalah Head Master Sekolah Alam Dharmasraya Sdit Asa Dharmasraya
Pendiri Rumah Tahfizh Alfatihah Dharmasraya.

By Pilar