Ketika melewati kota Pariaman dari Pasbar, kami mendapat kabar bahwa Banser dan GP Anshar akan mengadakan acara besok pagi (Senin, 24 September 2018). Di Masjid Agung Ulakan. Jam 20.15 kami tiba di sana. Dari warga sekitar kami dapat info bahwa besok memang ada acara zikir bersama di masjid tersebut. Katanya acara tersebut besar-besaran dan akan diikuti sekabupaten, sponsornya Kemenag Padang Pariaman

Untuk cari kepastian kami mengadakan diskusi terbatas bersama pemuda masjid sekitar. Akhirnya diketahui acara tersebut adalah istighashah Kirab Satu Negeri Banser dan GP Anshar. Acaranya Senin 24 September 2018.

Sekitar jam 22.00 rombongan Kirab Satu Negeri ini sudah sampai di lokasi. Dalih mereka ziarah kubur Sekh Burhanuddin. Segera, masyarakat berkerumun. Setelah diketahui bahwa mereka adalah GP Anshar dan Banser NU dari pulau Jawa, maka bersama wali nagari setempat masyarakat mengusir mereka malam itu juga.

Ketika mereka — Anshar dan Banser itu datang — saya dan rombongan sudah pergi dari lokasi. Saat akan memasuki Lubuk Alung, saya ditelpon oleh pemuda setempat, untuk meminta saya datang ke lokasi karena pecah perang mulut antara masyarakat dengan Banser dan GP Anshar.

Saya balik ke Ulakan. Sampai di sana saya lihat mereka telah keluar dari lokasi karena diusir oleh masyarakat, Ninik mamak bersama pemerintah setempat. Ada 6 mobil yang keluar lokasi, semua berplat polisi pulau Jawa.

Mengapa diusir? “Karena kami tak ingin negeri kami dikotori oleh orang luar yang sering melakukan persekusi terhadap ulama dan mendukung Islam Nusantara”, jawab mereka.

Pagi-pagi masjid tersebut telah banyak orang, termasuk undangan dan para penyuluh Kemenag. Polisi pun berdatangan. Namun, masyarakat bersama Ninik mamak dan para wali nagari sekitar tetap kukuh dan tak mengizinkan acara itu berlangsung di Ulakan. Akhirnya acara itu pun bubar alias tak jadi diadakan.

Namun, Banser dan Anshar itu konon mengalihkan acaranya ke rumah dinas (kantor ?) Walikota Pariaman. Kabarnya di sana mendapat fasilitas dan sambutan luar biasa. Mereka pun sukses serah terima bendera di sana. Kalau iya seperti itu, saya hanya paling tertegun saja.

Saya salut dengan para pemuda, Ninik mamak dan para wali nagari di Ulakan dan sekitarnya. Salut dengan kecintaan membela nagari dan kedamaian masyarakatnya. Tagak di nagari mambela nagari, tagak di kampuang mambela kampuang.

Padang, 24 September ,2018
Ketua Paga Nagari Sumbar
Ibnu Aqil D. Ghani

Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis

By Pilar