BUKITTINGGI, PILARBANGSANEWS. COM,– Dalam upaya pelestarian nilai seni budaya tradisional Minangkabau khususnya silek (silat) Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi akan menggelar festival Silek Nasional dan Internasional pada tanggal 27 hingga 30 Nopember 2018 mendatang dilapangan kantin Bukittinggi.

Untuk persiapan kegiatan dimaksud telah diadakan rapat yang dihadiri langsung oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, tuo silek tradisi Minangkabau Bukittinggi, KAK, KAN, SKPD terkait dan undangan lainnya serta Event Organizer Matahati insphira di Hall Utama Balaikota, Selasa (25/9).

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan festival silek tradisi ini merupakan kegiatan yang tertunda yang sebelumnya direncanakan pada tahun 2017 yang lalu, festival ini merupakan suatu upaya pelestarian nilai seni budaya Minangkabau agar generasi muda lebih mencintai budayanya.

“penyelenggaraan festival silek tradisional ini bertujuan untuk membangkitkan kembali nilai – nilai budaya khususnya Silek Tradisional yang menjadi adat dan budaya bagi anak nagari di Minangkabau, disamping itu dengan festival ini merupakan bagian dari mempertahankan nilai – nilai budaya bangsa”, ujarnya.

Walikota juga menyampaikan bahwa penyelenggaraannya festival ini agar termenej dengan baik, nantinya akan diatur oleh event organizer. Selain penyelenggaraan festival, nantinya juga akan ada pameran yang akan melibatkan sasaran silek, agar orang – orang tahu lebih jauh tentang sejarah silek, dan para tuo silek nantinya juga akan dilibatkan sebagai kurator. Festival silek ini akan dilaksanakan di lapangan, tidak didalam gedung, papar walikota Ramlan.

Festival silek ini nantinya akan diikuti oleh Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat, kemudian juga perwakilan – perwakilan dari Provinsi se Indonesia dan pesilat luar negeri yang pernah belajar silek di sasaran silek yang ada di Bukittinggi bersama tuo – tuo silek di Bukittinggi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Melvi menyampaikan bahwa, kegiatan ini mendapat respon yang positif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Karena kegiatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertajuk Indonesiana memiliki visi dan misi yang sama dengan festival ini, maka acara penutupannya akan dilaksanakan bertepatan dengan penutupan festival silek ini. Begitupun dengan Silek Art Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang disupport Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan dilakukan penutupan dalam waktu yang bersamaan di Bukittinggi.

“dengan demikian ada tiga ivent yang diselenggarakan dalam waktu yang bersamaan nantinya disaat penutupan, disamping itu juga akan ada kegiatan yang akan dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat berupa pameran tentang kebudayaan dan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya juga akan mengadakan seminar yang ada kaitannya dengan Silek”, pungkasnya. (Ylm)

By Pilar