TANAH DATAR, PILARBANGSANEWS. COM – Dari beberapa media Online lokal di Batusangkar, SUMBAR hari ini diberitakan bahwa Kapolres Tanah Datar, AKBP Bayuaji Yudha Prajas salah seorang yang namanya masuk dalam nominasi penerima Award Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Siang tadi Kamis (27/9) ketua Komnas PAI, Arist Merdeka Sirait, sengaja datang ke kota Tua Bekas Kerajaan Pagayarung itu untuk melihat langsung “lakek tangan” ( kerja nyata) yang dilakukan Kapolres AKBP Bayuaji dalam memberikan perlindungan pada anak di daerahnya.

Banyak sudah sumbangsih yang telah ia implementasikan dan dapat dirasakan oleh anak anak di Batusangkar umumnya di kabupaten Tanah Datar. Tentunya Keberhasilan itu ia raih berkat dukungan moril dan bantuan tenaga dari sang istrinya tercinta serta seluruh anak buahnya dijajaran Polres Tanah Datar.

Melihat kerja nyata dan hasilnya telah dirasakan oleh anak anak di Batusangkar, membuat Ketua Komnas PAI berdecak kagum dan spontan mengatakan Kapolres Batusangkar dan istri orang yang luar biasa.

“Pak Kapolres bersama ibu adalah menambah catatan saya sebagai orang yang luar biasa di Indonesia, ” kata Arist Merdeka Sirait, setelah dia selesai melakukan tinjauan lapangan dan mengadakan wawancara dengan dengan narasumbernya untuk mengklarifikasi apa saja yang telah dibuat oleh Kapolres Tanah Datar dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Pertama program sosial yang dilakukan Polres Tanah Datar terkait dengan program Bantuan transfortasi bagi anak anak SMA ke bawah.

Program ini telah mulai dirintis oleh Kapolres sejak dia baru saja bertugas di Batusangkar. Faktanya program itu adalah menyediakan transportasi kepada anak sekolah.

Muncul ide menyediakan pebantuan transfortasi ini, pertama untuk mengurangi kemacetan dan pelanggaran/kecelakaan lalulintas dijalan raya. Sebab kalau tidak ada moda transportasi massa anak anak akan mengunakan sepeda motor dijalan raya.

‘Bisa dibayangkan kalau setiap anak menggunakan sepeda motor sekolah, maka arus lalulintas akan menjadi rame. Kondisi itu membuat kami mengambil langkah antisipasi dari mengarahkan aramada dari polres Tanah Datar,” ucap Bayuaji.

Untuk perbantuan transfortasi, setiap hari Kapolres mengoperasikan 3 armadanya, terdiri dari 2 truk Sabhara dan 1 bus Polres Tanah Datar. “Setiap hari rutin dioperasikan untuk mengangkut anak pergi dan pulang Sekolah,” katanya.

Kemudian Polres Tanah Datar juga dapat meningkatkan jumlah Polisi Cilik sebelumnya pada tahun lalu 40 orang, kini jumlah Polisi Culik Tanah Datar sebanyak 234 orang.

.

Polisi cilik ini adalah salah satu metode pendidikan pembentukan karakter terhadap anak, sehingga nanti mereka dewasa akan menjadi manusia yang berdisiplin dan diharapkan juga dapat berperan menjaga Kamtibmas ditengah tengah masyarakat.

Sejalan dengan ini bagi anak anak SD sampai SMA kita bentuk PKS (Polisi Keamanan Sekolah), mereka mendapat pelatihan dasar pengaturan lalu lintas sehingga kehadiran PKS ini dapat menjadi perpanjangan tangan polisi di sekolah.

Masih dalam program pendidikan terhadap anak, Polres Tanah Datar selian memiliki TK juga memiliki PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Lintau Buo dan sebuah lembaga pendidikan bagi anak anak penyandang cacat SDLB terletak di Lubuk Jantan Lintau .

Lembaga pendidikan ini dibina oleh Bhayangkari Tanah Data yang ketua.

Semua kegiatan diatas mengantarkan AKBP Bayuaji Yudha Prajas masuk dalam daftar nominasi 10 nama yang bakal menerima Award dari Komnas HAM.

Dari 10 nama itu, 3 diantara Kapolres Konawe selatan, sulawesi Tenggara, Banjar Kalsel dan Kapolres Tanah Datar.

“Penilaian berdasarkan 10 kriteria kategori dan sebagainya. Penilaian yang dilakukan diambil dari semua unsur masyarakat. Untuk penegak hukum kategorinya adalah Ia tidak hanya sekedar sebagai penegak hukum, namun harus sosok yang peduli terhadap masalah masalah sosial, ” ungkap Ketua komisi nasional perlindungan anak ini.

“Dalam perjalanan dan pengamatan kami, Bayuaji sejak 2017 telah memberikan perhatiannya diluar tugasnya sebagai penegak hukum, itu yang luar biasanya, “tegasnya.

Disampaikannya ada penegak hukum yang hanya sekedar menjalankan penegakan hukum saja, tapi tak peduli terhadap persoalan-persoalan sosial.

“Saat ini dari semua nominator penghargaan dari lintas ada 10 nominator, 3 Kapolres di Indonesia, dengan kepedulian kepada masyarakat sangat tinggi, termasuk Bayuaji, dan dua kapolres Konawe dan Banjar. patut kita berikan berikan sertifikat. Pesan yang kami sampaikan disini adalah bahwa persoalan anak harus menjadi tanggung jawab bersama dan lintas sektoral,” ujarnya.

“Kepedulian ini sangat luar biasa, itu artinya persoalan sosial bukan tanggung jawab satu pihak saja namun semua. Dari 10 nominator ini akan di seleksi 5 orang anggota team. Dan pemberian awardnya direncanakan akan disampaikan pada 3 November tahun ini, “tuturnya.(yy/romeo)

By Pilar