Limapuluh Kota, Pilarbangsanews.com,–
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan melepas ekspor manggis dari PT Bumi Alam Sumatera (BAS), Kamis 4 Oktober mendatang di Sawah Laweh, Nagari Tungka, Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota.

“Insyaallah, pak Menteri hadir,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI Suwandi, Rabu (26/9). Hal tersebut juga dibenarkan Gubernur Irwan Prayitno yang bersama Wagub Nasrul Abit, meneken undangan pelepasan ekspor manggis itu sebelum bertolak ke Melbourne.

“Undangan PT BAS kepada Menteri Pertanian sudah dikirim dengan rekomendasi Gubernur Sumbar,” kata Chandra, Kadis Pertanian Sumbar didampingi Eki Hari Purnama, Kadis Pertanian Limapuluh Kota.

Direktur Utama PT BAS Anggri Purnama Agung dan Direktur Kerjasama Antar Lembaga Muhammad Bayu Vesky menyebut, tahun ini BAS sudah melakukan kontrak bisnis dengan pembeli manggis di China sebanyak 10.000 ton. “Biasanya kami mengirim manggis ke Malaysia via Dumai. Mulai tahun ini kita langsung ekspor ke China,” kata Bayu Vesky.

Beberapa hari lalu, rencana pelepasan ekspor manggis ke China ini juga telah disampaikan langsung oleh Direksi PT BAS kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal dan Danrem 032/Wirabraja Brigadir Jendral Mirza Agus. “Pak Kapolda dan Pak Danrem sangat mensupport, produk hortikultura Sumbar dikirim ke China guna meningkatkan kesejahteraan petani manggis,” jelas Muhammad Bayu Vesky.

Untuk perdana, PT BAS pada Kamis (27/9) telah mulai mengirim 2 ton manggis ke China via Bandara Internasional Minangkabau. “Iya, sudah berangkat tadi pagi dan sudah kami lakukan standar pemeriksaan barang dari hulu ke hilir,” kata Joni, Kepala Balai Karantina Padang.

Berdasarkan data Kementan, sepanjang 2018, baru ada 10 perusahaan yang mengekspor manggis ke China, salah satunya PT BAS. Adapun angka produksi manggis mencapai 35.000 ton per tahun. (gk)

By Pilar