PILARBANGSANEWS. COM
Luar biasa Jum’at Baraqoh Polresta Pekanbaru, selain berperforma humanis juga familiar. Humanis bila berkegiatan melakukan kunjungan memberikan Baroqahnya kepada kaum dhuafa dan familiar saat menjalin silaturrahmi sesama anggota.

Ada yang menarik perlu saya ungkapkan dalam tulisan ini, yakni hubungan yang sangat familiar dikalangan anggota tim JB (Jum’at Baroqah), saling bercanda, dan tidak berlaku hierarki, maksudnya, Kapolres disini tidak selalu harus mengeluarkan instruksi, tetapi juga sebagai penerima instruksi (instruksi baca: ajakan) dari bawahannya.

Dan Wakapolres pun bisa jadi akan mengikuti ajakan dari seorang brigadir yang menjadi anggota grup WhatsApp JB, jika sang brigadir menulis informasi yang bernadakan ajakannya untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan program JB.

Sebagai contoh, dalam sebuah pesan beberapa waktu lalu, Pak Waka AKBP Edy Sumardi, menulis pesannya: ayo kita bantu seorang bayi yang tak berdosa, menderita tumor dibahagian perut, dst..dst.., pesan itu.

Besoknya hari Jum’at saya membaca relis dari Humas Polresta Pekanbaru, yang memberitakan bahwa Kapolresta Kombespol turun langsung pemimpin JB pada Jumat (28/9). Ini faktanya bahwa dalam program JB ini, himbauan itu tidak melulu harus datang dari komandan, komandan pun akan ikut himbauan anak buahnya. Inilah yang saya sebut bahwa program JB itu sangat familiar dan mengabaikan hierarki.

Kemudian contoh lain bahwa program JB ini sangat familier, saya alami dan menjadi pengalaman pribadi saya.

Satu kali ketika tim Jum’at Baroqah Polresta Pekanbaru melakukan kegiatan saya pernah ikut menyertai. Sejak itu saya dimasukkan sebagai anggota grup Grup WhatsApp JB Polresta Pekanbaru.

Karena baru satu kali mungkin bisa dikategorikan keanggotaan saya sebagai anggota luar biasa JB Polres Pekanbaru.

Sekalipun saya baru satu kali ikut JB Polresta Pekanbaru itu, dan saya hanya mengenal beberapa orang dari anggota tetap pada tim JB Polresta itu, sepintas telah mengenal wajah saya. Sebaliknya sayapun sudah mengenal wajah dusanak dusanak, hanya saja komunikasi belum berlangsung secara intensif. Hanya sekali sekali dengan kak Wanti mamanya, Bulan begitu juga dengan Ary wartawan, Jeki, Bunda Prof Marnis guru besar UNRI itu. Kak Ros caleg DPRD Kodya Pekanbaru yang juga seorang aktifis LSM di Pekanbaru yang fokus dengan kekerasan terhadap anak.

Saat putra saya yang nomor 3 mengadakan acara aqiqah bayinya yang baru, pak Waka saya japri; Pak Waka bagaimana kalau saya undang rekan rekan di JB untuk hadir.

.

Tanpa menjawab, pak Waka langsung meneruskan undangan saya di grup WhatsApp JB.

Alhamdulillah, beberapa orang Hadir pada acara itu…. Inilah yang saya sebut dengan Jum’at Baroqah luar biasa karena sesama anggota tim dapat menjalin komunikasi dengan baik dan silaturahmi berlangsung sangat familiar itu…… Bahkan dengan saya pun dusanak dusanak itu terbangun silaturahmi yang harmonis, meski saya tidak berdomisili di Pekanbaru, jauh ke sananya lagi dari Pantai Carocok Painan, Pessel Sumatera Barat.

Potong rambut rangkaian dari prosesi aqiqah Alghazi Ilham Shatri Harzi

.

Artinya Jumat Baroqah Polresta Pekanbaru itu tidak hanya melulu dengan program mengunjunginya kaum dhuafa tetapi juga mampu menciptakan suasana kekeluargaan dikalangan anggota tim. (YY)

By Pilar